Breaking News:

Inilah Pahala Berbakti kepada Ibu

Apakah dengan demikian aku telah menunaikan hak ibuku? Umar bin Khatab menjawab

Editor: Didik Trio
Inilah Pahala Berbakti kepada Ibu
serambiummah.com/net
Ilustrasi

SERAMBIUMMAH.COM - Seorang mengatakan kepada Umar bin Khatab ra, “Aku mempunyai seorang ibu yang telah lanjut usia dan tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan hidupnya selain menggantungkan semuanya kepadaku.

Apakah dengan demikian aku telah menunaikan hak ibuku? Umar bin Khatab menjawab, “Tidak. Sebab dulu ketika orangtuamu melakukan hal itu, ia berharap agar engkau bertahan hidup. Sebaliknya, engkau berjuang menghidup ibumu, sementara dirimu menginginkan agar cepat berpisah dengannya. Namun bagiamana pun, engkau telah berbuat baik dan Allah akan memberi pahala yang banyak atas perbuatan yang sedikit.

Ibnu umar melihat seseorang membawa ibunya di atas tengkuknya melakukan thawaf di keliling Ka’abah, disaat thawaf ia berkata, Aku adalah kendaraan yang tunduk padanya. Kendaraan mereka kelelahan, tapi aku tidak pernah lelah.

Dan ia berkata kepadanya, “Wahai Ibnu Umar, apakah menurut engkau aku telah cukup membalas budi kepadanya? Ibnu Umar berkata, “Belum, meskipun senilai satu susuannya. Akan tetapi engkau telah berbuat baik kepadanya dan Allah swt akan memberikan balasan kepadamu atas perbuatanmu yang sedikit itu.

Nabi Musa as ingin mengetahui siapa sahabatnya di surga, maka beliau pun bermunajat, “Ya Illahi! Tunjukkan kepadakum siapakah sahabatku di surga?”

Pergilah kau ke kota ini dan menjulah ke pasar anu, maka kau akan bertemu dengan seorang pria penjual daging dengan paras demikian. Dialah orangnya yang menjadi kawanmu kelak di surga,” firman-Nya.

Setelah memperoleh petunjuk wahyu tersebut, Nabi Musa as segera berangkat mencarinya, hingga sampailah di tempat tujuan. Berliau berdiri di sana sampai matahari terbenam. Orang itu mengambil sekerat daging, bertanyalah Nabi Musa as, “Apakah anda punya tamu?

Betul, saya punya tamu,”jawabnya.

Maka diajaklah Nabi Musa masuk ke rumahnya, dan ia segera berdiri memasak keratan daging yang dimasukkan ke dalam keranjang tadi, dan sewaktuia mengeluarkan isi keranjang, terlihatlah seorang nenek lemah bagai anak merpati. Pria itu mengangkatnya, dan menyuapinya, hingga pria itulah yang mencuci dan menjemurkannya, lalu sesudah kering ia pakaikan pada nenek tersebut, kemudian dimasukkan lagi ke keranjang tempat semula.

Nenek itu menggerakan bibirnya, entah apa yang diucapkannya. Namun sebagai seorang Nabi. Mus as tahu pasti isi ucapan nenek itu, akni doa yang ditujukan kepada anaknya. Nenek itu berdoa, “Ya Allah! Tempatkanlah anakku bersama Nabi Musa di surga.”

Halaman
1234
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved