Breaking News:

Mengapa Ibu Selalu Bersabar pada Anaknya?

sungguh sosok Ibu bagaikan air dengan udara, yang tidak bisa dipisahkan diantara keduanya sebagai penopang hidup.

Editor: Halmien
Mengapa Ibu Selalu Bersabar pada Anaknya?

SERAMBI UMMAH.COM - SIAPA yang tidak kenal sosok ibu? Tentu seorang anak pasti mengenal betul sosok ibunya masing-masing! Seorang anak pasti akan banyak memanggil nama ibu, dibandingkan seorang ayah. Namun tanpa terkecuali, apabila Ibunya sudah tiada.

Sosok ibu, biasanya terkenal dengan kelembutan, keramahan, kehangatan, kebijakan dan lain-lain.

Banyak sekali karakter Ibu yang tidak bisa disebutkan masing-masing dengan maknanya, sungguh sosok Ibu bagaikan air dengan udara, yang tidak bisa dipisahkan diantara keduanya sebagai penopang hidup. Sungguh ada banyak hal mengenai sosok Ibu yang tidak terbatas kasih sayangnya.

Kasih dan sayang merupakan simbol yang khusus digunakan pada diri seorang ibu. Kasih seorang ibu dapat diartikan seluruh kekuatan nya mampu diaplikasikan untuk seorang ibu. Dan sayang dari seorang ibu dapat diartikan sebagai kesabaran dan didikan yang hendak diberikan untuk seorang anak, kasih sayang yang tak mudah luntur, mungkin kata-kata ini pantas dikhusus untuk sosok ibu.

Kasih sayang yang tak dimiliki oleh semua orang, akan tetapi hanya dimiliki oleh seorang wanita mulia.

Ibu merupakan seorang wanita yang dapat melahirkan keturunan. juga ibu bisa diartikan sebagai pejuang negeri, pengobat luka, pendamping hidup, penyempurna hidup dan banyak lagi rayuan definisi yang diungkapkan oleh masing-masing individu.

Kehebatan definisinya menghantarkan sosok ibu menjadi pribadi yang sangat penting dan diagungkan, sehingga bisa dikatakan tanpa sosok ibu mungkin negeri ini tidak akan makmur, damai, dan jaya.

Kekuatan yang mewakili mempunyai jiwa yang kuat, hingga kekuatannya dapat mengalahkan beratnya benda yang dipikul. Begitu sulit memahami sosok ibu bagaimana bisa seorang ibu menguatkan hatinya dengan berdiam diri. Kekuatan hatinya penuh dengan do’a dan irama bahagia.

Ada satu kisah di zaman nabi yang mencontohkan sesosok ibu yang rela berkorban seperti dikisahkan oleh, Siti Hajar menggendong anaknya yang masih menyusui erat-erat sambil berjalan cepat mengikuti Nabi Ibrahim yang membawa mereka ke satu tempat yang belum sepenuhnya dimengerti oleh sang ibu.

Dan, Ibrahim kemudian meninggalkan keduanya di tempat itu, di sisi ka’bah, di sekitar padang pasir yang luas, di kelilingi bukit-bukti batu yang keras. Tidak ada seorang pun yang tinggal di sekitarnya. Tiada air dan tiada pula orang yg menemaninya selain Ismail as yang selalu didekapnya.

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved