Breaking News:

Mengukur Panjang Peluang Selendangku

Bisnis fesyen bakal terus bertumbuh selama tren berpakaian terus berganti seiring berkembangnya zaman.

Editor: Edinayanti
kontan
gerai selendangku 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bisnis fesyen bakal terus bertumbuh selama tren berpakaian terus berganti seiring berkembangnya zaman. Itulah yang membuat Mega Indah optimistis menjalankan bisnis penjualan produk fesyen seperti selendang, kerudung dan pakaian di bawah brand Selendangku. Dia merintis usaha ini pada 2012 dengan membuka gerai di Thamrin City.

Agar usahanya cepat berkembang, Mega memutuskan untuk menawarkan kemitraan usaha sejak akhir tahun ini. Nilai investasinya sebesar Rp 75 juta untuk paket pertama dan paket kedua seharga Rp 150 juta. Lantaran masih anyar, dia saat ini belum mendapatkan mitra usaha.

Mitra akan mendapatkan fasilitas alat promosi, peralatan jualan, kartu nama, CCTV, perangkat komputer dan kasir juga suplai bahan baku awal. Untuk paket Rp 75 juta akan mendapatkan 1.000 helai produk seperti selendang, baju dan kerudung. Untuk paket Rp. 150 juta akan mendapatkan sekitar 1.500 helai produk pakaian dan kerudung.

Nilai investasi yang ditawarkan di luar sewa tempat. Mega mengarahkan mitra untuk membuka usaha di mall, pusat grosir, atau di depan rumah jika memiliki lokasi hunian yang strategis. Mega memprediksi mitra bisa meraup omzet sekitar Rp 50 juta per bulan, dengan target penjualan 500 produk dalam sebulan.

Biaya pengeluaran untuk pembelian bahan baku sekitar Rp 35 juta untuk paket pertama, dan Rp 75 juta untuk paket kedua. Satu gerai membutuhkan sekitar dua atau tiga pegawai. Setelah dikurangi biaya pembelian bahan baku, sewa tempat dan gaji pegawai serta biaya operasional lainnya, target balik modal sekitar setahun.

Produk yang dijual Selendangku dibandrol mulai dari Rp 50.000-Rp 300.000 per unit. Mega bilang tidak ada biaya royalti bagi mitra, hanya saja mitra akan dikenakan biaya kerjasama sebesar 5% di tahun kedua dan seterusnya tiap tahun. Dia mengaku, produknya memiliki keistimewaan motif-motif yang beragam dan mengikuti tren.

Produk-produk fesyen di gerainya berasal dari produksinya sendiri maupun dari beberapa industri konveksi yang bekerjasama dengannya. Pada tahun 2015, Mega menargetkan untuk bisa mempunyai tiga mitra di masing-masing kota di Indonesia.

Erwin Halim, pengamat bisnis dari Proverb Consulting berpendapat, tawaran usaha ini sebenarnya adalah saluran pemasaran untuk penjualan, Bisnis ini dinilai tidak sulit karena target sebesar itu dapat tercapai. Namun biaya sewa tempat usaha terkadang cukup mahal. Ini membuat kurun waktu balik modal akan lebih lama tercapai.

Erwin menyarankan, agar produk yang dipasarkan oleh bisnis ini bisa lebih beragam. Sehingga, potensi omzet bisa lebih besar. Tentu saja, harus ada dukungan pemasaran dari pusat agar bisnis terus berkembang.

Berita Populer
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved