Breaking News:

Curhat Pada Suami Orang

bagaimana tidak orang yang selama ini saya kagumi dan saya sayangi dan bahkan sudah saya anggap sebagai kakak saya sendiri, berselingkuh

Editor: Halmien
Curhat Pada Suami Orang

SERAMBI UMMAH.COM - ” Iya bener loh saya sudah pisah ranjang sama suami saya ” begitu terdengar suara Ibu lin berkomentar, lalu Ibu-ibu yang lain menanggapinya dengan serius, ” Ah….masa sih…” ” Bener…sudah dua minggu loh ” Astagfirllah tiba-tiba saya langsung beristigfar dan menghampiri kumpulan para Ibu-ibu itu serta menawarkan untuk memulai acara. Saya jadi gak percaya, hampir saja semua ribut gara-gara bu lin yang bercerita tentang masalah rumah tangga nya itu.

Memang sempat beberapa hari lalu, bu lin itu menelpon saya, dengan suara bergetar dia bilang ” bu tolong saya dong bu, suami saya selingkuh ” saya yang mendengarkan pembicaraannya dari saluran telefun langsung seperti tersambar guntur di siang bolong, bagaimana tidak orang yang selama ini saya kagumi dan saya sayangi dan bahkan sudah saya anggap sebagai kakak saya sendiri, berselingkuh.

Yah….suaminya bu lin ini saya sudah anggap kakak saya, karena saya juga sering berkonsultasi dengannya, Dan kini dia yang saya kagumi dan sebagai figur suami sholeh, eh…malah selingkuh. Dengan rasa tak percaya saya bertanya pada bu lin, jangan-jangan bu lin cuma lagi emosi kali atau cemburu saja. Eh…rupanya benar, sebenarnya kejadiannya itu begini :

Wanita yang ingin di nikahi oleh suaminya bu lin itu adalah mantan pacarnya, dulu waktu masih sama-sama kuliah mereka pernah menjadi pasangan yang serasi, namun ketika berganti tahun tiba-tiba tanpa kabar dan berita si wanita itu hilang begitu saja meninggalkan suaminya bu lin dan akhirnya suaminya bu lin melanjutkan kuliah di luar negeri, entah itu karena frustasi atau apa, dia mendengar pacarnya yang memang saat berpisah belum ada kata putus, itu sudah menikah dan bahkan sudah mempunyai anak 2. sedih juga saya mengetahui cerita awalnya, lalu masuk lah bu lin sebagai pengganti, itupun di jodohkan oleh orang tuanya.

Dan kini setelah mereka sudah sama-sama berumah tangga, tiba-tiba datang musibah menimpa keluarga si wanita, dari cerita bu lin, suaminya si wanita itu kasar dan tidak menyayanginya, bahkan sempat beselingkuh, yang di akhiri dengan perceraian, namun selama proses perceraian berlangsung, entah dari mana mulainya tiba-tiba si wanita itu teringat akan mantan kekasihnya itu, dan secara tidak sengaja wanita itu curhat pada suaminya bu lin alias mantan pacarnya itu.

Begitu tersentuhnya suaminya bu lin ketika mendengar cerita-cerita dari wanita itu, dan dari cerita yang saya dengar, bu lin bilang kalau mantan pacar suaminya itu sempat minta di nikahi oleh suaminya bu lin, karena terhanyut dan terbawa perasaan, dan suaminya bu lin pun lupa akan apa yang pernah di lakukan si wanita itu terhadapnya, yang dia tahu hanya kasihan dan perasaan cinta yang sudah lama hilang kini bersemi lagi, maka akhirnya terjadilah peperangan di rumah bu lin, ketika suaminya meminta izin untuk menikahi wanita itu.

Bu lin yang geram bertanya… ” apa motifasi dari keinginan suaminya itu untuk menikahi wanita itu ” jawaban yang di berikan oleh suaminya sangat menyakitkan hati bu lin, seperti tidak sadar sauminya bu lin berkata pada siapa saat itu : ” yang pertama karena syariat islam tidak melarang para lelaki mempunyai istri lebih dari satu, asal adil. Dan yang ke dua adalah karena kasihan melihat penderitaannya selama ini yang selama menikah tidak pernah merasakan kabahagiaan ” Bu lin yang mendengarkan jawaban suaminya merasa terpukul sekali, bu lin merasa tidak di hargai sama sekali, lantas dia bertanya lagi pada suaminya ” lalu bagaimanakah dengan saya, karena selama inipun saya merasa belum bahagia ” spontan suaminya menjawab ” bila posisi kamu jadi dia bagaimana ? “

Wah…ceritanya memang seru, tapi memang dunia sudah terbalik, karena sekarang perempuan-perempuan sudah semakin berani, bahkan gak tanggung-tanggung yang di cari bukan perjaka lagi, melainkan suami orang. Apa yang bisa dia dapat sebenarnya dari curhat pada suami orang, apakah dia tidak berfikir, ketika rumah tangganya saja berantakan dia sedih sekali dan kini rumah tangga orang pun dia berantakin, walaupun mungkin tidak ada maksud di hatinya untuk menghancurkan rumah tangga orang, tapi sejak awal sebelum curhat maka haruslah di fikirkan matang-matang, pada siapa kita curhat, pantaskah kita curhat pada orang itu, dan nanti jadinya bagaimana ?

Pertanyaan itu harus di simpan dulu di kepala, agar ketika hendak curhat tidak dengan sembarang orang. Yang hasilnya nanti merugikan orang lain dan bisa jadi merugikan dirinya sendiri, coba saja bayangkan, kalau benar rumah tangga bu lin berantakan dan akhirnya bu lin berpisah dari suaminya, lantas suaminya bu lin itu jadi manikahinya, bukankah dia akan di cap penghancur rumah tangga orang dan merebut suami orang. Ih….mengerikan bukan. Naudzubillahiminzalik.

Bukankah termasuk zina hati ketika seorang wanita dan laki-laki yang bukan muhrim saling bertelefunan, tanpa adanya keperluan yang sesuai dalam syariat islam, apa lagi untuk saling curhat. Entah itu lewat email atau telfun yang akhirnya akan mengakibatkan saling tertarik dan jatuh cinta. Karena di antara curhatan mereka pasti ada sesuatu yang terselip dalam hatinya, apa lagi ini dengan mantan pacar. Cinta adalah mawaddah wa rahmah, sedang nafsu seks sebagai naluri adalah nafsu syahwat. Keduanya hanya bisa bersatu dalam pernikahan, karena berseminya cinta yang terjadi sesudah pernikahan adalah cinta yang dijamin oleh Allah Ta’ala, sebagaimana tercantum dalam surat Ar-Rum ayat 21, artinya : “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Halaman
123
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved