Inilah, Syirik Kecil dalam Pandangan Islam

Padahal keyakinan dan kesibukan mereka malah akan mendapatkan nilai sosial yang kurang baik dan amalan yang sia-sia dihadapan Allah

Inilah, Syirik Kecil dalam Pandangan Islam

SERAMBI UMMAH.COM - SUNGGUH merugi orang yang berbuat syirik. Fenomena memang dijaman yang sudah canggih ini, masih banyak masyarakat yang masih mempercayai keyakinan dan menyembah terhadap berupa benda-benda dan hal gaib selain Allah SWT. Keluar dari konteks cara syirik, sifat riya’ ternyata termasuk ke dalam golongan syirik kecil, namun tidak berwujud penyembahan, akan tetapi dikategorikan kepada penglihatan dan keinginan untuk dipuji oleh manusia dan bukan karena Allah SWT.

Maka sifat ini sungguh fatal karena akan menjerumuskan ke dalam prilaku tercela. Padahal keyakinan dan kesibukan mereka malah akan mendapatkan nilai sosial yang kurang baik dan amalan yang sia-sia dihadapan Allah, bahkan Allah pun melaknatnya.

Mereka tidak banyak memikirkan mengenai keesaan Allah dan keMaha kayaan Allah.

Seperti dalam Firman Allah, “Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan adalah benar-benar kezaliman yang besar,” (QS. Lukman: 13)

Dalam pandangan islam riya’ itu adalah syirik kecil atau tersembunyi Riya’ dalam setiap amalan. Riya akan tetap menghantui diri setiap manusia, maka dari itu kita perlu meminta permohonan hanya kepada Allah SWT agar dapat terlindungi dan lebih berhati-hati akan sifat riya’. Asas amalan yang soleh yang dapat kita lakukan ialah ikhlas karena Allah SWT sama ada dalam solat, zakat, haji, puasa, sedekah atau sebagainya.

Allah SWT telah memerintahkan kita supaya ikhlas kepada-Nya sebagaimana yang telah di firmankan:

“Sesiapa yang percaya dan berharap akan pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah beliau mengerjakan amal yang soleh, dan janganlah beliau mempersekutukan sesiapa pun dalam ibadatnya kepada Tuhannya,” (QS. Al-Khadi: 110)

Rasulullah pernah menggambarkan kepada kita tentang orang yang menunjuk-nunjukkan amalannya. Orang itu umpamakan seperti orang mengisi dompetnya dengan ketulan batu dan kemudian ke pasar untuk membeli sesuatu dengannya. Orang mentertawakannya dan beliau berasa malu karena ketulan batu itu tidak memberi manfaat baginya, malah menjadi buah mulut orang. Sungguh amalan riya’ tidak ada ganjaran baginya.

Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah
dengan senantiasa mendekatkan diri dengan Allah insyaAllah Allah akan menjaga kita dari malapetakan dan bahaya. Dan InsyaAllah Allah akan melindungi kita dari perbuatan syirik.

Memahami macam-macam Syirik
Syirik yang banyak macamnya perlu dipahami sebab hal-hal seperti ini yang dapat membimbing kita dalam menakar apakah aktivitas yang kita lakukan merupakan syirik atau bukan sehingga kita dapat terselamatkan dari perbuatan syirik tersebut.

Menambah Tsaqofah Islam
Dengan membaca buku-buku islam karya ulama-ulama terdahulu, insya Allah akan memperkuat iman kita sehingga kita dapat terhindar dari perbuatan syirik. Insya Allah. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved