Pejuang Islam di Era Digital

Dan itu kembali kepada manusia, tergantung pada manusia, mau diapakan alat yang serba digital itu. Sisi baik dan buruk memang akan selalu ada

Pejuang Islam di Era Digital

SERAMBI UMMAH.COM - Manusia di era digital seperti semakin kebingungan atau dibuat bingun dengan berbagai macam sarana yang tersedia, komunikasi jarak jauh bukan lagi persoalan. Mungkin sepuluh atau dua puluh tahun lalu orang tak pernah terpikir, bahwa mengucapkan” Selamat Hari Raya Idul Fitri “ atau mengucapkan “ Selamat Tahun Baru” hanya dalam hitungan detik dan melintas ke berbagai Negara di dunia, bukan hanya melintas di dalam negeri atau pulau.

Keajaiban dunia informasi dan komunikasi di era digital sekarang ini seperti pisau bersisi atau bermata dua, bisa postif bisa negative, bisa baik bisa juga buruk, bisa bermanfaat bisa juga mudhorot begitu seterusnya. Dan itu kembali kepada manusia, tergantung pada manusia, mau diapakan alat yang serba digital itu. Sisi baik dan buruk memang akan selalu ada pada setiap apapun, baik benda maupun keadaan, namun sekali lagi, semuanya kembali ke manusianya, benda atau kedaan itu sendiri adalah netral, jadi seperti orang bilang” The Man Behind The Gun”.

Nah di era digital sekarang menimbulkan gejala yang aneh, salah satunya membuat manusia itu kesepian di tengah-tengah keramaian. Lebih senang menyendiri dan berhadapan dengan computer, laptop, BB atau HP yang berbagai jenis dan merknya, tablet dan lain sebagainya. Baik dalam kesendiriannya dan menimbulkan keterasingan di tengah-tengah keramaian. Dan akibatnya manusia sebagai makhluk social menjadi lebih cenderung kepada manusia yang individual, egois, dan tak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Kebanyakan manusia menyatakan kesepian
Bila sendirian, bahkan tetap kesepian di tengah-tengah keramaian
Apa lagi di jaman yang individualitasnya sangat tinggi
Sehingga menusia membuat tempat-tempat hiburan
Yang di dalamnya terdapat musik yang hingar bingar
Tapi anehnya di tengah-tengah gelegar suara musik tersebut mereka tetap kesepian
Jadi, apa itu sepi?

Ternyata sepi tidak sama dengan kesepian, mengapa?
Karena di tengah-tengah keramaianpun seseorang bisa merasa kesepian
Kesepian timbul karena rasa yang merasa sendirian
Tanpa orang-orang yang dicintai
Disinilah awal munculnya kesepian tersebut.

Sesungguhnya manusia yang sadar akan keberadaan Allah SWT
Tidak akan pernah kesepian
Apa lagi kalau sadar bahwa manusia sebenarnya tidak pernah sendiri
Walapun sendirian, tidak pernah kesepian
Walaupun dalam keadaan sepi.

Karena manusia walaupun sendirian secara fisik
Tapi sebenarnya banyak pendamping-pendampingnya yang setia
Yaitu Anggota tubuhnya masih berfungsi
Masih menemukan cahaya
Masih mendengarkan suara
Masih bersama waktu dan tahu waktu
Orang lain masih ada disekitarnya
Bisa berkomunikasi dua arah dengan orang lain
Bisa berbuat apa saja yang bisa dilakukan

Jadi, sebenarnya bila seseorang kesepian atau merasa sepi
Orang tersebut hanya terpaku pada kesendiriannya, tanpa orang lain
Atau bersama orang lain, tapi tidak bersama orang-orang yang dicintainya
Atau orang tersebut berpikiran sangat sempit
Yaitu dia hanya berputar-putar pada dirinya sendiri
Hanya pada jasmaninya saja.

Padahal secara rohani seseorang dimanapun dan kapanpun
Dia tidak pernah sendirian
Karena Allah SWT selalu bersamanya
Dua Malaikat Rokib dan Atid selalu bersamanya
Hanya dia tidak sadar atau tidak mempercayai keberadaan Allah dan Malaikat tersebut.

Manusia benar-benar sepi sendirian dan kesepian
Apabila Allah SWT tidak ada ( dan ini mustahil )
Bagi yang tidak beriman kepada Allah SWT
Manusia benar-benar sepi, sendiri dan kesepian.

Halaman
123
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved