Lebih Berharga daripada Grand Livina

Hati ibu mana yang tak berduka melepas buah hatinya terpisah sekian ratus kilometer, berhari hari hanya bisa berdoa dalam merindunya.

Lebih Berharga daripada Grand Livina

SERAMBI UMMAH.COM - KUTINGGALKAN anak sulungku di ma’had dengan air mata berderai, tentu saja aku sembunyikan agar dia tidak ikut menangis melihat ibunya bersedih karena berpisah dengannya. ‘”Allhomma faqihhu fiddin,” bisikku sambil mencium kepalanya sesaat sebelum naik mobil.

Doaku sepanjang perjalanan pulang, air mataku tak mau berhenti. Duh!. Hati ibu mana yang tak berduka melepas buah hatinya terpisah sekian ratus kilometer, berhari hari hanya bisa berdoa dalam merindunya.

Rasa rindu itu terobati ketika libur semester dia pulang. Subhanalloh, aku nyaris tak mengenalinya, dia jauh berubah. Tinggi badannya hampir melampuiku, sikapnya jauh lebih dewasa, anakku telah menjadi remaja pecinta Alqur’an.

Ku ingat dulu, betapa bangga dan bahagianya ibu, ketika dulu adikku pulang dengan mobil ‘grand livinong’ kinclong ke rumah, sepertinya, perjuangan dan jerih payah beliau selama ini terbayar lunas.

Tapi kurasakan aku jauh lebih bahagia dan bangga ketika anakku pulang dengan menyetor hafalan 3 juz dan 40 hadits arba’innya. Inilah Nak, yang akan memberimu kemuliaan yang kekal hingga yaumil hisab, sedang ‘grand livinong’kebanggaan itu, tak sampai 50 tahun akan menjadi rongsokan.

Keep your spirit, tetaplah dalam keikhlasan dan kesabaran dalam tholabul ‘ilmi. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved