Begini Nasib Warga Sunni di Irak Dibawah Teokrasi Syiah

Allawi memperingatkan bahwa orang-orang Sunni di Irak menghadapi peningkatan diskriminasi sektarian di wilayah yang dikuasai Syiah

Begini Nasib Warga Sunni di Irak Dibawah Teokrasi Syiah

SERAMBI UMMAH.COM - DEMI melarikan diri dari bentrokan dan pemeriksaan, orang-orang Sunni di Irak dikabarkan terpaksa mengubah identitas dana nama mereka untuk bertahan hidup di bawah teokrasi Syiah.

“Jujur sangat menakutkan untuk menjadi Sunni di sini,” kata wakil presiden Irak, Iyad Allawi mengatakan kepada Guardian seperti dikutip Onislam Senin (6/4/2015).

“Hal ini tentu tidak aman, membingungkan dan saya kasihan mereka,” lanjutnya.

Allawi memperingatkan bahwa orang-orang Sunni di Irak menghadapi peningkatan diskriminasi sektarian di wilayah yang dikuasai Syiah, di mana warga dipaksa untuk meninggalkan identitas mereka.

Omar Mazen seorang Muslim Sunni (21) terpaksa mengganti nama Sunni-nya menjadi Ammar karena lebih netral. Ia terpaksa kabur dari rumahnya di kota Baquba ke Baghdad kemudian mengganti namanya.

“Saya tidak ingin menunjukkan kepada mereka,” kata Mazen.

“Begitu banyak orang Sunni hilang di pos pemeriksaan dan ayah saya adalah salah satu dari mereka. ”

Mengomentari hal tersebut, seorang pejabat Irak di ibukota mengatakan mereka tidak ingin ikut campur dalam keputusan individu untuk merubah namanya.

Warga Sunni mengatakan mereka dilihat oleh Syi’ah sebagai “agen” pemberontakan, termasuk anggota Negara Islam (ISIS).

Selama 10 bulan terakhir, kota-kota Irak yang bergolak telah menyaksikan eksodus warga Sunni, mencerminkan dilema sekte dalam pergolakan terbaru di negara itu.

“Keluarga dan masyarakat saya mengatakan negara telah rusak. Sudah tidak ada kepercayaan lagi. Sekarang adalah teokrasi Syiah,” kata Mohammed Abu Bakar, seorang mahasiswa Sunni dari Yousifiya, selatan ibukota.

Sekitar 65% dari Irak adalah Muslim Syiah, sedangkan antara 32-37% adalah Sunni, dan kurang dari 1% orang Kristen, menurut CIA Factbook. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved