Anggota Parlemen Buddha Anggap Pengungsi Muslim Picu Ekstremisme

Para pengungsi yang datang ke sini hanya ingin melarikan diri dari negara-negara yang mengalami kesulitan di negara mereka sendiri

Anggota Parlemen Buddha Anggap Pengungsi Muslim Picu Ekstremisme
onislam.net
Muslimah Kamboja

SERAMBI UMMAH.COM - AHMAD YAHYA, pemimpin komunitas Muslim Kamboja menyanggah klaim oposisi politisi negeri itu yang menyatakan bahwa kedatangan pengungsi Muslim di Kamboja menimbulkan ketegangan beragama. Demikian dilansir oleh World Bulletin melaporkan.

Ahmad Yahya mengatakan pada Ahad (19/4/2015) bahwa pengungsi dari luar negeri yang datang ke Kamboja hanya memiliki satu alasan di pikiran mereka setelah melarikan diri dari nagaranya.

“Para pengungsi yang datang ke sini hanya ingin melarikan diri dari negara-negara yang mengalami kesulitan di negara mereka sendiri,” katanya.

Son Chhay, anggota Parlemen Buddha untuk Partai Penyelamatan Nasional Kamboja, sebelumnya menyatakan bahwa orang-orang dengan pandangan ekstremis bisa meningkatkan ketegangan dan memengaruhi pandangan ekstremis terhadap umat Islam yang damai di negara itu.

Son Chhay mengatakan ia telah mengamati perubahan dalam komunitas Muslim di Kamboja, dan dihubungkan dengan pengaruh dari Timur Tengah.

“Muslim pada umumnya berasimilasi, tapi kita bisa melihat selama beberapa tahun terakhir bahwa perempuan Muslim muda di sini menutupi auratnya dan hanya mata mereka yang terlihat. Jadi ini bisa menjelaskan bahwa dalam lingkungan yang sangat panas seperti Kamboja, itu bisa membawa pengaruh di sini,” katanya.

“Ini bisa mengganggu keharmonisan semua ras di sini, dan itu adalah sesuatu yang harus kita pertimbangkan,” tambahnya.

Beberapa pengungsi Rohingya Muslim memang sudah hidup tenang di Kamboja. Sebelumnya pernah ada laporan tentang ketegangan antara mereka dengan umat Buddha. Chhay mengklaim bahwa hubungan antara kedua agama tersebut bisa mengalami pergolakan.

Yahya mengatakan bahwa meskipun ia menghormati pendapat Chhay, para pendatang baru Muslim tidak ada hubungannya dengan pengaruh agama.

“Sekarang saatnya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita peduli terhadap sesama pengungsi, seperti dunia peduli tentang pengungsi Kamboja, jadi saya benar-benar senang untuk menerima pengungsi, baik Muslim maupun non-Muslim,” ujarnya. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved