Belajar Menghargai Hak dari Struk Belanja

Sudah hal yang umum terdengar di masyarakat bila ada kelebihan rupiah yang tertinggal maupun kesalahan kasir sehabis berbelanja

Belajar Menghargai Hak dari Struk Belanja

SERAMBI UMMAH.COM - BERMUAMALAH dalam Islam memiliki batas dan aturan agar setiap orang terjaga haknya .Salah satu kegiatan muamalah yang sering kita lakukan yakni berbelanja.

Dulu, pasar tradisional yang selalu semarak. Kini setelah hadir minimarket yang ditata rapi dan menarik, masyarakat mulai berpindah ke gerai minimarket yang katanya modern dan bersih. Tidak ada lagi hiruk-pikuk tawar menawar. Keluhan becek dan kotor hilang, betulkah gerai minimarket benar-benar bersih?

Sudah hal yang umum terdengar di masyarakat bila ada kelebihan rupiah yang tertinggal maupun kesalahan kasir sehabis berbelanja, suara yang biasa sampai di telinga kebanyakan seperti ini, “Cuma dua ratus rupiah toh? Ikhlasin aja, nggak bakalan bangkrut ataupun naik haji khan?”

Apakah Anda pernah mengalami hal ini? Rata-rata ibu-ibu memang lebih jeli dan sigap memandang struk belanja. Dengan kata lain lebih cerewet.

Kata-kata di atas sepintas bijak tetapi sebenarnya Anda telah membiarkan hak Anda dicurangi. Bila dalam hal kecil Anda tidak berani berdiri dan hanya menerima dengan pasrah, maka sistem yang curang akan menggilas Anda.

Keliatannya ini perkara sepele tapi bila pencurian (penipuan) yang biasa terjadi di minimarket ini dibiarkan, maka secara otomatis masyarakat dididik untuk apatis, merasa kalah, ogah berjuang mengajarkan kejujuran. Apalagi kasus tipu-tipu dimana-mana.

Sebagai Muslim tanggung jawab kita mengingatkan dengan cara yang baik (salut sama emak-emak cerewet yang selalu mencek struk belanja). Ini maksudnya bukan mengajarkan bersifat kikir terhadap beberapa rupiah tapi mengenai hak kita yang dicuri dan kita mengetahui secara terang-terangan dan membiarkan.

Bila yang melalukan kecurangan ini adalah Muslim maka pasti hilang berkahnya. Bila yang melakukan bukan Muslim cepat atau lambat bau kecurangan (fraud) akan menggulung bisnis ini. Cepat atau lambat orang akan menyadari kecurangan karena keuntungan yang didapat dengan cara menipu.

Sikap kita sebagai Muslim adalah berdiri dan meminta kejelasan mengenai dua tiga keping rupiah yang dicuri secara sistematis.

Suara-suara yang kadang menjebak kita dalam pikiran dilematis;

Halaman
123
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved