Episode Seperti Nabi Nuh dan Asiyah

Memang ada wanita-wanita yang ditaqdirkan Allah untuk menjalani episode hidup layaknya Asiyah. Kasus-kasus pemurtadan bisa menjadi contoh

Episode Seperti Nabi Nuh dan Asiyah

SERAMBI UMMAH.COM - Tak seorangpun anak manusia menginginkan hidup sengsara. Semua orang menghendaki untuk bahagia dunia akhirat. Pun dengan makhluk bernama pria dan wanita saat keduanya sepakat untuk menikah dan membangun maghligai rumah tangga. Sepasang pengantin baru saling berharap, pasangannya bisa menjadi teman hidup yang ideal, bisa ikhlas menerima keterbatasan dan kelemahan masing-masing, serta dapat saling membahagiakan. Kedua mempelai saling menaruh harapan, pasangannya adalah orang shaleh, yang istiqomah menetapi kebenaran, selalu bersama dalam menaatiNya, dan senantiasa ada untuk berbagi.

Sang pengantin pasti menginginkan pernikahan yang penuh keberkahan, sakinah mawaddah warahmah, tak terpisahkan sampai kakek nenek. Sang istri menaruh harapan besar, bahwa suami pilihan akan menjadi imam, qowwam yang baik sesuai yang Allah tuntunkan. Demikian juga sang suami, sangat mendamba istrinya adalah wanita shalihah yang selalu menaati suami, menyenangkan kala dipandang dan meneduhkan kala bersua.

Tak ada seorangpun wanita yang mau memiliki suami yang ternyata laksana raja lalim. Tak ada yang menginginkan menjadi seperti Asiyah yang bersuamikan Firaun lelaki angkuh, pembangkang terhadap Tuhannya. Begitu juga lelaki, tak ada satupun yang menghendaki jika ternyata sang istri seperti istri nabi Nuh. Istri yang tak menaati suaminya, dan berani melanggar aturan Allah.

Namun inilah hidup, selalu saja ada perkecualian. Karena hidup terus berputar, ada pendosa yang kemudian bertobat. Ada pula orang shaleh yang berubah haluan dan memilih berteman dengan makhluk terkutuk bernama syetan. Ada ujian hidup bagi setiap manusia, baik ujian nikmat maupun musibah, untuk menyeleksi mana manusia sungguh-sungguh beriman dan mana yang hanya di dalam ucapan.

Memang ada wanita-wanita yang ditaqdirkan Allah untuk menjalani episode hidup layaknya Asiyah. Kasus-kasus pemurtadan bisa menjadi contoh paling mudah dalam fakta di masyarakat. Banyak wanita yang setelah beberapa waktu menikah, ternyata sang suami berubah 180 derajat. Menyuruh istri murtad dan membangkang Allah dengan ancaman dari suami yang amat merugikan dan mendhalimi istri. Sekalipun sang istri adalah wanita shalihah dan awalnya si suami pun tampak seperti pria baik yang sungguh-sungguh berislam.

Demikian juga, ada lelaki pilihan yang Allah taqdirkan untuk memiliki istri yang ternyata jauh dari kriteria istri shalihah. Sekalipun awalnya sang istri didapati dalam majelis taklim, sempurna berhijab bahkan aktifis dakwah pula. Ada lelaki yang harus menjalani episode hidup seperti nabi Nuh.

Ia bukan lelaki sembarangan, tapi lelaki shaleh pilihan Allah untuk menikmati ujian musibah mempunyai istri yang tak menaatinya. Hanya lelaki kuat dan tangguh yang Allah pilih. Sebab cintaNya yang teramat besar pada hambaNya, tak mungkin membebani sang hamba dengan ujian yang melebihi batas kemampuannya. Allah memilih seorang pria untuk menjalani hidup seperti nabi Nuh karena ingin mengangkat derajatnya di hadapanNya.

Bukan karena ia lelaki tak baik-baik sehingga memiliki istri tak baik dan berani melakukan pelanggaran syara berulang. Bukan karena ia lelaki tak shaleh sehingga Allah memberinya seorang istri yang bahkan memilih berada pada titik tak peduli dengan dosa, persis seperti istri nabi Nuh kala mendapat untaian nasihat dari sang suami. Bukan. Tapi semata taqdir Allah lah yang menetapkan demikian.

Kasus yang dialami salah seorang sahabat saya bisa diambil ibrohnya. Agar kita tidak mudah memvonis kala di sekitar kita mungkin ada lelaki baik yang memiliki istri jahat atau sebaliknya, istri shalehah tapi mempunyai suami durhaka pada Allah.

Tak ada yang salah saat sahabat saya itu memilih seorang wanita menjadi istrinya. Hati lelaki shaleh itu putih, tak mungkin ada suudzon di hatinya. Apalagi wanita pilihannya adalah aktifis dakwah, yang rutin mengaji minimal setiap pekan sekali. Auratnya pun tertutup sempurna. Siapa pun tak akan menyangka jika ternyata si wanita memiliki hati dan perilaku seperti istri Abu Lahab.

Halaman
1234
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved