Breaking News:

Almarhumah Eka Mayasari, Muallaf Mandiri di Masjid An-Nur Yogya

Maya, demikian sapaan akrabnya, adalah gadis asal Rau lulusan D3 Bahasa Inggris UGM 2005, yang berdagang makanan kaki lima.

Editor: Halmien

Alhamdulillah, “mukjizat” dari Allah Subhanahu Wa Ta’akla, walaupun dua ruas tulang belakangnya hilang, dia kembali bisa berjalan (yang menurut dokter secara medis hal itu sesuatu hal yang sangat tidak mungkin).

Maya memilih hidup bermartabat dalam kesederhanaan daripada melakukan yang batil demi kemudahan hidup. Ia berjualan angkringan dan menabung sedikit demi sedikit sampai akhirnya tahun lalu membeli tanah dekat dengan masjid. Ia beli dari saudara seimannya: Ibnu Sabar. Cita-cita semasa hidupnya adalah membangun rumah di atas tanah yang dibelinya itu. Belum tercapai cita-citanya membangun rumah di dekat masjid…

Di akhir hidupnya, Maya istiqomah

Semua cita-cita Maya diakhiri dengan peristiwa yang sangat tragis. Eka Mayasari Sabtu (2/5) petang ditemukan meninggal, dibunuh secara biadab, oleh orang yang sampai sekarang belum diketahui, sebagaimana dilansir Salam Online, Senin (4/5).

Sebelum terjadi pembunuhan, Maya sempat menghubungi Fandi, adiknya, untuk menjemputnya. Namun Fandi ketiduran dan baru datang pukul 17.30 dan menemukan kakaknya sudah meninggal dunia.

Sampai akhir hayatnya Eka Mayasari tetap istiqomah sebagai muallaf Muslimah.

Jenazah Maya setelah selesai diotopsi, disemayamkan dirumah Dewan Syuro Hamka Darwis Faisal di Pedak, Rt 14 Rw 6 Karang Bendo, Banguntapan, Bantul, pada Ahad (3/5) pukul 13.00 WIB. Dan dimakamkan di pemakaman Karang bendo Pedak, Ahad pukul 14.00 WIB.

Semoga almarhumah Maya merasakan janji Allah subhanahu wata’ala sesuai dengan yang diriwayatkan dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang ditimpa suatu kesulitan lalu ia mengadukannya kepada manusia, maka tidak akan tertutup kefakirannya. Dan barangsiapa yang mengadukan kesulitannya itu kepada Allah, maka Allah akan memberikannya salah satu di antara dua kecukupan: ‘kematian yang cepat’ atau ‘kecukupan yang cepat’.” (H.R. Abu Daud no. 1645).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

Halaman
123
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved