Breaking News:

Almarhumah Eka Mayasari, Muallaf Mandiri di Masjid An-Nur Yogya

Maya, demikian sapaan akrabnya, adalah gadis asal Rau lulusan D3 Bahasa Inggris UGM 2005, yang berdagang makanan kaki lima.

Editor: Halmien

“Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim.”(HR. Tirmidzi no.1395 dan An Nasai 7:82).

Dosa pembunuh Maya dan hukumannya

Dari Buraidah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Dosa membunuh seorang mukmin lebih besar daripada hancurnya dunia’.”

Perumpamaan terhadap seorang pembunuh adalah: “…barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya…” (QS Al-Maidah: 32).

Bagaimana mungkin kalau seseorang membunuh orang lain tanpa dibenarkan syariah dapat diganti dengan hukuman penjara 5-9 tahun, sementara orang yang dibunuhnya sudah meninggal. Malah yang seperti itulah melanggar HAM, karena tidak berimbang antara perbuatan jahat yang dilakukannya dengan hukuman terhadapnya.

Seseorang yang meninggal karena dibunuh maka dalam Hukum Islam pelakunya harus dikenakan sanksi Qishash. Sebab, jika seseorang meninggal dunia karena dibunuh, jelas ini adalah bentuk pembunuhan yang disengaja, direncanakan, ada motif dan menggunakan alat pembunuh yang sudah disiapkan oleh pelakunya.

Hukuman duniawi terhadap seorang pembunuh dalam Islam sangatlah berat, yaitu dibunuh balik sebagai hukuman qishash ke atasnya.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih,” (QS Al-Baqarah: 178).

Hukuman ukhrawi-nya adalah dilemparkan ke dalam neraka oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala pada suatu masa nanti, sesuai dengan firman-Nya: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya,” (QS An-Nisa': 93).

Innalillaahi wa Innaa ilaihi raaji’uun. Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu ‘anha…(arc)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved