Gejolak Seks di Usia Muda? Ada Akibatnya

Seandainya bukan karena rahmat Allah mungkin saat kuliah saya sudah melakukan perzinaan, tapi Allah sayang saya

Gejolak Seks di Usia Muda? Ada Akibatnya

SERAMBI UMMAH.COM - SAYA pemuda yang Allah beri kenikmatan dapat menjalani ajaran Islam dengan baik, dan itu baru saya lakukan sejak tiga tahun lalu. Maka saya berusaha keadaan ini terus berlanjut. Berkat keutamaan Allah pula saya dapat berkenalan dengan teman-teman yang shalih yang takut kepada Allah dan rasul-Nya, saya bekerja sama mereka dalam menyebarkan dakwah Islam.

Akan tetapi saya merasa belum pantas bersama mereka dalam mengemban amanat ini karena saya masih dibayang-bayangi kemaksiatan yang saya pernah lakukan beberapa tahun yang lalu.

Di kelas II Tsanawiyah (SMP) saya berkenalan dengan hal-hal berbau seks dan sejak itu saya mampu bercerita bagaimana orang melakukan seks. Pada kelas V Tsanawiyah saya sudah melihat majalah porno (playboy) dan mulai melakukan onani.

Kemudian meningkat kepada menonton film porno (blue film) sampai saya telah menyalurkan nafsu birahi ini dengan berbagai macam cara. Seandainya bukan karena rahmat Allah mungkin saat kuliah saya sudah melakukan perzinaan, tapi Allah sayang saya sehingga diri saya terhindar dari perbuatan tercela itu.

Ditambah lagi, televisi saya dapat mengakses channel fil-film porno (seperti siaran TV Turky dan Polsat). Sungguh setiap saya menyalakan televisi, channel pertama yang saya buka adalah channel porno. Sampai akhirnya saya menyesal dan memohon ampun kepada Allah.

Kemudian saya mengganti channel itu dengan channel berita. Saya berusaha menghindarkan diri dari membuka channel tersebut dan beralih kepada channel berita. Akan tetapi saya tetap saja melakukan onani, lebih-lebih ketika komputer saya mengakses situs porno di internet. Sampai kemudian saya bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.

Sampai akhirnya saya berkenalan dengan seorang wanita yang taat beribadah dan memilki akhlak mulia, maka saya melamarnya akan tetapi saya juga belum bisa total meningglkan kebiasaan onani.

Sekarang saya di tengah perjalanan naik mobil, saya melihat gadis-gadis yang mungkin saja bisa diajak naik mobil, sekadar ngobrol dan bercanda sebagaimana yang saya lakukan pada masa lalu. Sungguh perasaan itu selalu membuat saya bingung dan takut. Maka saya mohon bantuan dan nasihat dari Anda. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved