Jumlah Pemeluk Kristen Menurun di AS

Sedangkan pemeluk Kristiani melorot dari 78 persen ke 71 persen saja.

Jumlah Pemeluk Kristen Menurun di AS

SERAMBI UMMAH.COM – Jumlah warga Amerika yang tak berafiliasi pada satu agama meningkat menjadi 56 juta orang.

Associated Press mengabarkan, hal itu terungkap dari hasil survei Pew Research Center yang diluncurkan Selasa (12/5/2015). Mereka yang disebut sebagai kelompok nones atau tidak berafiliasi pada agama tertentu meningkat dari 16 persen menjadi hampir 23 persen.

Sedangkan pemeluk Kristiani melorot dari 78 persen ke 71 persen saja.

Sedangkan mereka yang menyatakan diri sebagai atheis, atau agnostik -percaya adanya tuhan dan menyebut diri spiritual – naik jumlahnya. Tahun 2014 lalu, meningkat sampai 31 persen dari 25 persen di 2007.

Meningkatnya kelompok nones ternyata punya pengaruh politik cukup signifikan. Mereka yang tak beragama itu, cenderung memilih Partai Demokrat, seperti halnya kaum kulit putih pemeluk Evangelis yang memilik Partai Republik.

Studi Pew Research menyebutkan jumlahnya menurun hanya satu persen dari pemeluk Evangelis yang kini berjumlah total 62 juta orang.

Hasil riset Pew juga menyebutkan, menurunnya kaum Kristiani seiring dengan melorotnya pemeluk agama Protestan dan Katolik. Pemeluk Protestan merosot menjadi 36 juta pada kurun waktu 2007 hingga 2014.

Pemeluk dewasa Katolik dicatat sebanyak 51 juta atau seperlima dari populasi AS yang diperkirakan mencapai 400 juta jiwa. Adapun untuk agama lainnya, Riset Pew menemukan bukti adanya peningkatan para anggota jemaah non-Kristen.

Ini karena bertambahnya jumlah kaum Muslim dan Hindu, walaupun dari segi jumlahnya masih kecil. Kaum Muslim dan Hindu masing-masing hanya 1 persen dari jumlah populasi AS. Sedangkan kelompok Yahudi meningkat dari 1,7 persen menjadi 1,9 persen dari jumlah warga AS.

Sebanyak 35 ribu responden dijaring dalam survei Riset Pew itu diberi judul Americas Changing Religious Landscape. Survei yang menggunakan bahasa Inggris dan Spanyol digelar 4 Juni hingga 30 September 2014, dengan margin kekeliruan data sekitar 0,6 persen poin. (emc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved