Cendekiawan Muslim Uighur Dpenjara Seumur Hidup

Mantan profesor berusia 45 tahun di Universitas Pusat Nasional di Beijing itu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Cendekiawan Muslim Uighur Dpenjara Seumur Hidup

SERAMBI UMMAH.COM – Pihak berwenang di wilayah Xinjiang barat laut Cina yang bergejolak telah membantah keluarga cendekiawan Uighur yang dipenjara Ilham Tohti izin untuk mengunjunginya atau memberinya pakaian dan uang ketika ia melayani hukuman seumur hidup atas tuduhan “separatisme.” Demikian ujar Guzelnur, isteri Tohti kepada Radio Free Asia (RFA), Selasa (12/5/2015).

Mantan profesor berusia 45 tahun di Universitas Pusat Nasional di Beijing itu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Bersama dengan keputusan itu, maka terjadilah perampasan hak-hak politik dan penyitaan semua aset Tohti, setelah dikenai dakwaan “separatisme” oleh Pengadilan Menengah Rakyat Urumqi di Xinjiang sejak 23 September tahun lalu.

Istri Tohti yang tinggal di Beijing Guzelnur, yang telah ditinggalkan dengan kewajibannya atas perawatan anak-anak kecilnya, mengatakan kepada RFA Mandarin Service bahwa kakak Tohti baru saja membawakannya pakaian dan uang di Penjara No.1 Urumqi di mana Tohti menjalani hukuman di Urumqi. Namun, ia diberitahu untuk kembali ke rumah oleh petugas penjara.

“Ketika kakaknya pergi ke penjara [dengan keluarganya], mereka tidak memungkinkan mereka untuk melihatnya (Tohti),” ujarnya.

“Otoritas penjara mengatakan mereka akan menginformasikan kepada kami sekitar akhir Juni atau dekat Juli ketika kami bisa mengunjungi suami saya, tapi sekarang bahkan tidak diizinkan untuk memberinya pakaian. Mereka mengatakan ada pakaian khusus di penjara dan para tahanan tidak memakai pakaian luar.”

Guzelnur mengatakan bahwa otoritas penjara juga menolak untuk mengizinkan kakak iparnya untuk memberikan Tohti uang untuk menggunakannya di komisaris penjara.

“Penjara menolak uang saudaranya dibawa, mengatakan masih ada uang pada kartu suami saya,” katanya.

“Kakak Tohti juga pergi ke penjara pada bulan Maret dan telah merencanakan untuk memberinya 2.000 yuan (US $ 320) tapi ditolak. Kami tidak yakin apakah menyangkal uang kepadanya adalah peraturan di Xinjiang atau bukan. “

Pendakwaan

Pendakwaan Tohti memicu gelombang kecaman di Cina dan dari masyarakat internasiona. Aktivis hak asasi manusia mengatakan, Ilham Tohti tidak pernah menerima manfaat dari pengadilan yang adil, dan bahwa ia seharusnya tidak pernah diberi kesempatan sejak awal untuk menggunakan hak konstitusionalnya untuk bebas berekspresi .

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved