Breaking News:

Cendekiawan Muslim Uighur Dpenjara Seumur Hidup

Mantan profesor berusia 45 tahun di Universitas Pusat Nasional di Beijing itu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Editor: Halmien

Sebagai cendekiawan Uighur, Tohti memeiliki media online (uighurbiz.net). Situs tersebut dianggap berisi artikel kritis terhadap kebijakan Partai Komunis yang berkuasa di Cina. Pemerintah itu telah menargetkan Uighur di Xinjiang, termasuk mengontrol agama secara sistematis, penegakan pendidikan Cina yang anti-Islam di sekolah, dan kurangnya memberi kesempatan perekonomian yang layak terhadap Muslim Uighur.

Kritik ini digunakan oleh jaksa dalam kasus Tohti sebagai bukti bahwa ia telah menghasut orang untuk separatisme dan dirusak “persatuan nasional,” kata pengacara pada saat itu.

Ia telah berulang kali membantah tuduhan “separatisme” dan mengatakan kasus terhadap dirinya dan tujuh siswa -yang di antaranya dikenai hukuman penjara antara tiga dan delapan tahun pada November itu- bermotif politik.

Daerah Xinjiang merupakan rumah bagi jutaan Turki berbahasa Uighur. Disana telah terjadi peningkatan kekerasan yang telah menewaskan ratusan orang sejak 2012, dan Pemerintah Cina telah menyalahkan insiden itu kepada “teroris” dan pemberontak Islam yang ingin mendirikan sebuah negara merdeka.

Tapi kelompok hak asasi menuduh bahwa aturan Pemerintah Cina yang berat tangan di Xinjiang lah yang menyebabkan perlawanan massa Uighur. Hal itu termasuk serangan kekerasan polisi di rumah-rumah warga Uighur, pembatasan praktik Islam, dan pembatasan pada budaya dan bahasa dari orang Uighur.

Setahun lalu, Presiden Cina Xi Jinping mengumumkan kampanye anti-terorisme yang keras pada bulan Mei, menyusul pemboman di ibukota wilayah Urumqi yang menewaskan 31 orang dan melukai 90.

Kelompok Uighur yang telah diasingkan telah berulang kali mengatakan akar penyebab kekerasan baru-baru ini di Xinjiang adalah pengkhianatan Pemerintah Cina terhadap perjanjian damai dengan masyarakat Muslim Uighur yang didiskriminasikan secara etnis. (arc)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved