Malaikat Berjubah Hitam

Manusia menyangka kalau hari yang dilalui sama saja, padahal setiap waktu yang dilaluinyanya adalah beda, dalam hitungan detik yang berlalu

Editor: Halmien
Malaikat Berjubah Hitam

Untuk itu mari lihat bait-bait berikut ini, http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/04/26/selamat-jalan-wahai-engkau-lelaki-yang-terpanggil-554941.html, yang penulis tulis untuk: www.kompasiana.com/virays berkenaan dengan sebuah kematian dari yang tak terduga, tapi nyata dan diingat jutaan manusia Indonesia, karena baru saja terjadi pada hari Jum’at , 26 April 2013 lalu. Saya beri judul:” SELAMAT JALAN WAHAI ENGKAU LELAKI YANG TERPANGGIL”

Musim semi telah tiba dan saljupun hilang entah kemana/Hujan turun lebat sekali kemarin namun hanya sesaat/Matahari masih terkadang muncul/Dengan senyum malu-malu menyapa bumi.

Dari ujung sana pada sebuah titik di bumi/Angin membawa berita ke segala persada yang menghentak/Seorang hambaNya yang penuh warna/Tiba-tiba dipanggil menghadapNya di malam mulia.

Tak terduga/Tak disangka/Dalam usia yang kata orang hidup dimulai/Namun yang terjadi hidup itu diakhiri/Saat malam kelam di sebuah jalan/Pada suasana demikian malaikat berjubah hitam menjeputnya.

Saat roh pamit meninggalkan sang raga/Itu memang rahasiaNya/Tak ada mengetahui kecuali Dia/Tak ada yang bisa mencegah kedatangan/Sang malaikat berjubah hitam/Semua berjalan atas kehendakNya/Datang begitu saja/Dan kapan saja maunya.

Di musim semi saat hijau dedaunan mulai tersenyum/Saat itulah datang panggilan yang tak bersuara/Menjemputnya saat awan menutupi kegelapan malam/Derai air matapun ikut turun membasahi bumi/Menghantar kepergiannya/Menghantar kepulangannya menuju rumah terakhir.

Engkau sudah berbuat/Dan itu telah kau lakukan/Meninggalkan suaramu/Meninggalkan pesan-pesanmu/Meninggalkan gayamu yang membumi/Menarik hati-hati yang luka dan terobati.

Selamat jalan wahai engkau lelaki yang terpanggil/Selamat jalan wahai engkau lelaki yang penuh senyum/Selamat jalan wahai engkau lelaki yang dipilihNya/Selamat jalan wahai engkau lelaki yang berjalan dalam panji-panjiNya/Selamat jalan wahai engkau lelaki yang menyebarkan risalahNya/Doa kami mengiringi perjalanan terakhirmu/Menuju keabadian//. (EMC)

  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved