Cat Stevens, di Puncak Ketenaran Ganti Nama Menjadi Yusuf Islam

Di tengah gelimang harta dan popularitas, Stevens justru merasa gelisah dengan keberadaannya di dunia ini.

Cat Stevens, di Puncak Ketenaran Ganti Nama Menjadi Yusuf Islam

Setelah setahun mencecap kesuksesan dan kenikmatan duniawi, Stevens jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Saat itulah dia mulai berpikir apa yang baru saja terjadi? Apa saya hanya sepotong daging? Lalu mengapa hidup ini hanya untuk memuaskan daging rapuh ini?

“Saat itu saya baru sadar bahwa petaka itu merupakan berkah yang diberikan Allah untuk membuka mata saya,” ungkap dia.

cat_stevens_002Stevens pun mulai melakukan pencarian spiritual. Karena saat itu di Barat sedang tren mempelajari hal mistis dari Timur, Stevens ikut mempelajarinya. Dia mulai sadar tentang kematian. Tetapi pertanyaan dalam hatinya masih mengganggunya.

Suatu hari, saudara Stevens baru pulang dari Yerussalem dengan membawa salinan Alquran. Saudara Stevens itu mengatakan saat di sana dia pergi ke sebuah masjid dan sangat terkesan karena ramai dikunjungi orang, seperti ada denyut kehidupan di dalamnya.

“Meski dia tidak masuk Islam, dia mengatakan ada sesuatu dalam agama ini (Islam). Dia memberikan Alquran itu kepada saya,” terang dia.

Setelah menerima Alquran pemberian saudaranya, Stevens membacanya dengan antusias. Saat itulah dia merasa telah menemukan agama yang benar. Agama yang tidak seperti pandangan masyarakat Barat selama ini bahwa agama itu hanya untuk orang-orang tua.

“Di Barat, jika ada orang memeluk agama dan menjadikannya sebagai gaya hidup, maka akan dibilang fanatik.”

Sejak mengetahui kandungan Alquran, satu-satunya keinginan Stevens adalah menjadi seorang Muslim. Dari Alquran dia tahu bahwa semua nabi dan rasul yang dikirim Allah adalah untuk menyampaikan pesan yang sama.

“Saya menemukan Alquran berbeda. Ada keindahan di dalamnya. Alquran melarang menyembah bulan atau matahari tapi menyuruh untuk merenung dan mempelajarinya.”

Halaman
123
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved