Muslim Selandia Baru Ditolak Pertukaran Pelajar ke Jepang

Ia lantas menerima email dari organisasi pertukaran World Youth Services bahwa rekan-rekan mereka di Jepang memiliki beberapa pertanyaan

Muslim Selandia Baru Ditolak Pertukaran Pelajar ke Jepang

SERAMBI UMMAH.COM - Komisi Hak Asasi Manusia telah mempertimbangkan kasus penolakan seorang remaja Dunedin dalam pertukaran pelajar ke Jepang. Alasannya lagi-lagi, karena remaja laki-laki itu seorang Muslim.

Sharif Steel (15 tahun) berharap bisa menghabiskan satu tahun di Jepang bersama keluarga angkatnya. Namun, permohonan itu ditolak karena alasan keyakinan agama.

Peristiwa bermula ketika Sharif mendaftar untuk ikut pertukaran pelajar ke Jepang. Ia lantas menerima email dari organisasi pertukaran World Youth Services bahwa rekan-rekan mereka di Jepang memiliki beberapa pertanyaan tentang keislaman Sharif.

Sharif menuturkan, masalah berasal dari kenyataan bahwa ia tidak makan daging babi, sementara pada dasarnya setiap keluarga Jepang makan daging babi.

“Faktanya adalah mereka tidak dapat menemukan keluarga Jepang untuk menjadi tuan rumah seorang Muslim,” kata Richard Elis dari World Youth Services, dilansir dari The New Zealand Herald, Selasa (9/6).

Sharif menyalahkan diri sendiri setelah mengetahui penolakan tersebut. Dia lebih kecewa lagi ketika mengetahui alasan sebenarnya di balik keputusan itu. Ibu Sharif, Azizah, juga mengaku sakit dengan keputusan ini.

“Saya katakan padanya, kamu tidak perlu merasa malu menjadi seorang Muslim.” ujarnya.

Komisi Hak Asasi Manusia mendorong organisasi pertukaran pelajar Selandia Baru untuk menghubungi rekan-rekan mereka di Jepang dan menyelesaikan masalah ini. Diskriminasi agama di Selandia Baru termasuk pelanggaran hukum berdasarkan UU Hak Asasi Manusia. (emc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved