Breaking News:

Soleiman, Puasa Ramadan di Turki Mengantarnya pada Islam

Soleiman yang dulunya atheis itu, sempat mengunjungi negara-negara Timur Tengah yang dikenal sangat ketat memberlakukan hukum Islam

Editor: Halmien

“Tak ada yang aneh di dalamnya, tidak seperti Injil,” tukas Soleiman yang mengatakan sulit memahami isi Injil karena banyak hal yang kontradiktif, banyak kisah-kisah yang ganjil dan sepertinya tidak memuat pesan yang dibawa Yesus Kristus.

Soleiman terus mempelajari Al-Quran dan membaca biografi tentang kehidupan Rasulullah Muhammad Saw. “Kisah kehidupan Rasulullah juga sangat menginsipirasi saya. Ia (Nabi Muhammad Saw.) adalah lelaki yang luar biasa dalam sejarah,” kata Soleiman. Pada saat itu, ia merasa belum menemukan orang yang serius berdakwah padanya dan meyakinkannya tentang Islam.

Kembali ke Dubai

Sekembalinya dari Turki, Soleiman kembali dikirim ke Dubai. Kali ini, ia bertemu dengan orang-orang yang menurutnya orang-orang yang memang ingin ia jumpai selama ini. Soleiman berteman baik dengan bosnya. Mereka sering makan malam sambil mendiskusikan banyak hal. Atasannya itulah yang membantu Soleiman untuk mempelajari Islam dan mengarahkannnya untuk bertemu dengan orang-orang yang tepat, yang bisa menjawab semua pertanyaan Soleiman.

Sekira satu tahun, beberapa pengusaha muslim dari Eropa mengunjungi bos Soleiman untuk memulai sebuah proyek besar, proyek untuk mengenalkan Dinar Emas sebagai mata uang bagi kaum Muslimin. Sang bos mengemukakan proyek itu pada Soleiman dan berkata,”Hei, kamu orang keuangan kan, bagaimana pendapatmu tentang proyek ini?”

Meski sudah mempelajari Islam, Soleiman masih buta tentang konsep perekonomian islami. Makanya ia langsung menjawab bahwa konsep yang dibawa oleh para pengusaha muslim dari Eropa itu sebagai “sampah”, tidak sejalan dengan sistem keuangan internasional dan pasti akan gagal.

Bos Soleiman lalu meminta Soleiman sendiri yang menjelaskannya pada pengusaha muslim itu. Mereka lalu makan malam bersama. Saat bertemu, Soleiman mengagumi para pengusaha muslim itu.

“Diantara mereka, ada orang Sanyol dan Jerman yang fasih berbahasa Inggris, Mereka sangat berpendidik, sangat bijak dan juga cendekiawan muslim yang hebat. Mereka sudah masuk Islam sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu, sehingga pengetahuan Islam mereka sudah mapan. Orang-orang ini masih berdakwah ke seluruh dunia,” puji Soleiman.

Dari para pengusaha muslim itu, Soleiman mendapat penjelasan dari sisi pandang keagamaan tentang konsep dinar emas. Sementara Soleiman mempertanyakannya dari sisi pandang logika dan sains. Mereka terlibat diskusi yang hangat. Soleiman ingat, pertemuan itu berlangsung pada hari Rabu dan waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Setelah mendapatkan penjelasan dari sisi religius, para pengusaha muslim itu bertanya pada Soleiman, “Nah, apakah kamu punya pertanyaan lagi?”

“Tidak, saya tidak ada pertanyaan lagi. Saya sudah kehabisan pertanyaan,” jawab Soleiman.

Halaman
123
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved