Mengunjungi Muslim Long Telenjau

Untuk sampai ke lokasi, harus naik speedboat menuju Desa Long Telenjau yang memakan waktu 2,5 jam lebih.

Mengunjungi Muslim Long Telenjau

Saya membawa beberapa kotak berisi kue, telur dan paket untuk dai, sementara Luqman, Kepala BMH Bulungan memanggul beras dan beberapa bawaan lainnya.

Setelah berbasah peluh dan dengan kaki tanpa alas, saya akhirnya tiba di Masjid Al-Ikhlas Long Telenjau. Di sana sudah berkumpul jama’ah shalat Jumat yang tak lebih jumlahnya hanya 20 orang.

“Di sini kami minoritas, cuman ada 16 KK,” ujar Hendro Usmantoro imam masjid Al-Ikhlas. “Tetapi, ya inilah kami, semoga yang segini ini tetap bisa semangat,” ucapnya sembari tersenyum.

“Di sini kami minoritas, cuman ada 16 KK,” ujar Hendro Usmantoro imam masjid Al-Ikhlas

“Kami di sini bersyukur ada BMH. Lembaga yang sangat peduli terhadap dakwah. Ini lho, motor dai dari BMH,” ucapnya sembari telunjuknya mengarah pada sebuah motor yang diparkir di halaman masjid.

“Kata Ustadz Luqman sih ini motor untuk dai tangguh. Berarti kami ini tangguh ya,” candanya sembari menepuk punggung Luqman temanku. “Padahal kami cuma melakukan yang kami bisa kok, itu saja,” imbuhnya merendah.

Sehabis Ashar, satu demi satu, anak-anak seumuran TK, SD dan SMP mulai bermunculan menuju masjid.

“Kami mau ikut acara BMH om, Jambore Anak Sholeh,” ucap Icha kepadaku. Anak kelas 5 SD dari Desa Long Lembu itu terlihat semangat sekali.

Tidak lama kemudian, pembukaan Jambore Anak Nasional BMH yang bekerjasama dengan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) itu dibuka oleh Kepala KUA Kecamatan Peso Hilir.

Dalam sambutannya, Ketua KUA, Mansur, S.Ag, secara terbuka mengucapkan terimakasih tak terhingga karena membantu dakwah di Desa Long Telenjau dengan kegiatan Jambore Anak Sholeh yang diikuti 5 desa di Kecamatan Peso Hilir.

Halaman
123
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved