Breaking News:

Seperti Matinya Kucing

cara menghormati dan memuliakan orang tua atau leluhur kita yang sudah meninggal, tidak dengan memasang batu nisan

Editor: Halmien
Seperti Matinya Kucing

SERAMBI UMMAH.COM - Dalam bahasa Jawa ada istilah ‘surtanah’, yang artinya mengadakan selamatan ketika salah seorang keluarga meninggal, sesaat sebelum jenazah dikuburkan. Sesudah ‘surtanah’, ada lagi selamatan yang diadakan pada hari ketiga sesudah seseorang meninggal dan dikubur. Demikian seterusnya, selamatan diadakan sesudah hari ketujuh, keempatpuluh, keseratus, keseribu, kemudian tiap tahun.

KESEMUANYA itu adalah selamatan yang tidak ada tuntunannya dalam agama Islam, tetapi merupakan adat-istiadat Jawa. Allah tidak memerintahkan, Rasulullah tidak memberi contoh. Ketika hadapi kematian istrinya, Rasulullah tidak mengadakan selamatan ‘surtanah’. Juga tidak selamatan tiga hari, tujuh hari, empat puluh hari, seratus hari, seribu hari, setiap tahun. Bahkan juga tidak mengadakan tahlilan.

Cara-cara demikian, kalau kita sudah memeluk agama Islam, seharusnya ditinggalkan. Karena selain membutuhkan biaya yang besar, juga melanggar perintah agama. Lebih-lebih kalau untuk mengadakan selamatan itu harus dengan berutang atau menjual barang-barang miliknya.

Sekali lagi, tinggalkanlah tata cara seperti itu. Adalah tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa apabila kita tidak mengadakan selamatan-selamatan semacam itu dianggap tidak menghormati yang sudah meninggal.

Halaman
1234
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved