Breaking News:

Nasehat Pasca Hari Raya

Sesungguhnya cinta seseorang itu akan kelihatan saat orang lain sedang berada dalam kesempitan. Sesungguhnya dalam infak terdapat sekian keajaiban

Editor: Halmien

Sesungguhnya tak ada yang lebih lezat di dunia ini lebih dari kemuliaan ilmu, sucinya diri, kesejukan jiwa, rasa puas dengan yang ada, dan manisnya memberi pada sesama, luruh di hadapan Pencipta, menangisi dosa-dosa dan merenungi semesta.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata: Fitnah itu muncul dari tiga jalur. Pertama, perempuan-perempuan. Mereka adalah perangkap iblis yang terus terpancang mencari mangsa. Kedua, minuman-minuman keras yang memabukkan, dan ini adalah pedangnya yang selalu terhunus. Sedangkan yang ketiga adalah dirham dan dinar. Keduanya adalah busur panah beracun yang siap membunuh setiap saat.

Barang siapa yang terjerat perempuan jangan berharap hidupnya akan bersih dan bening. Barang siapa yang jadi peminum tak akan pernah berakal bersih. Siapa saja yang senang dengan dinar-dirham-dolar dia akan menjadi budaknya yang penurut padanya sepanjang hidup.

Sesungguhnya maksiat itu membuat terhalangnya komunikasi antara hamba dan Rabb, melahirkan kemurungan yang berlarut-larut, rasa takut yang mengguncang hati, kesulitan hidup yang terus menghimpit, membuat hati gelap gulita tak bisa ditembus cahaya nasehat, kemuraman akan menyelimuti. Lubang rizki akan menyempit, kemurkaan Allah, keimanan akan anjlok dan musibah datang silih berganti.

Maksiat itu melahirkan kehinaan karena kemuliaan m lahir dari ketaatan kepada Allah, akal menjadi rusak karena maksiat memadamkan cahaya akal. Kelalaian akan menjadi kebiasaannya

Ibnu Abbas pernah mengatakan tentang maksiat ini : Sesungguhnya maksiat itu adalah kegelapan di wajah, dan gulita di dalam hati, kebencian yang menebar di tengah manusia, kelemahan dalam jasad, minimnya rezki. Sebaliknya taat adalah cahaya di wajah, dan cahaya di dalam kalbu, dicinta banyak manusia dan lapangnya rezki.

Maksiat membuntukan pikiran waras kita, menggelapkan kejernihan pikiran kita, menghitamkan putihnya nurani kita. Maksiat akan membelenggu kebebasan kita, akan menelikung kelincahan kita, akan menggembosi energi ketakwaan kita, akan mematikan potensi keimanan kita. Maka tak ada jalan lain selain mengatakan good by pada maksiat. Sebab kedekatan kita dengan maksiat akan menjauhkan kita dari Sang Mahadekat.

Perangilah maksiat dengan niat dan tekad, dan sebaik-baik sarana memeranginya adalah banyak berteman dengan orang-orang yang memiliki aura dan perilaku saleh. Dua resep manjur meninggalkan maksiat adalah : Berteman dengan orang-orang baik dan melakukan amal saleh.

Sesungguhnya kita ini adalah hamba Allah yang dicipta untuk mengabdi pada-Nya, dengan tugas memakmurkan semesta dengan amal bakti kepada sesama. Menebarkan kasih di tengah mereka, menyiramkan sayang di ubun-ubun mereka. Tugas kita adalah menyalehkan diri kita dan menyalehkan orang lain agar semesta menjadi tentram tanpa terlalu banyak huru-hura. Damai dengan nilai-nilai Islam yang ramah, dengan norma-norma Islam yang menentramkan.

Tugas kita adalah mengalirkan kasih sayang Allah pada seluruh ummat manusia, dan mencegah angkara murka dari tangan-tangan yang kejam yang menginginkan darah mengalir tanpa sebab apa-apa. Tugas kekhilafahan kita adalah menjadikan orang lain merasa aman bersama kita, damai bersama kita karena Islam adalah damai dan menentramkan.

Halaman
1234
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved