Bahayanya Penyakit Munafiq

Para tabib hati adalah para Rasul alahaimus sholaatu was sallam, para ulama yang mukhlis, dan para da’i yang waspada.

Editor: Halmien
Bahayanya Penyakit Munafiq

Penyakit yang membahayakan ini disebut oleh Allah Ta’ala sebagai penyakit yang sangat parah, yaitu penyakit munafiq.

Ibnu Tamiyah mengatakan kepada salah seorang ahli ilmu manthiq dari kalangan orang-orang munafiq : “Bertaubatlah kepada Allah. Perbanyaklah menyebut nama Allah”. Ahli munafiq menjawab : “Aku tidak dapat”. Ibnu Tamiyah bertanya : “Mengapa engkau tidak dapat melakukannya?”. Ia menjawab : “Aku measaka hatiku tertutup oleh kgelapan yang bertumpang tindih satu sama lainnya”.

Adakalnya penyakit ini bila menjangkiti kalbu sebagian orang, akan menjai parahlah ia sehingga yang bersangkutan membenci segala sesutu yang ada kaitannya dengna Islam. Bahkan ada sebagaian orang dar mereka yang berani mengejek al-Qur’an. Manakala ditemui oleh seorang ulama, ia berkata kepadanya : “Ceritakanlah kepadaku sebagian dari kata-kata yang bijak”. Si ulama pun mengingatkannyadengan beberapa buah ayat dari al-Qur’an, lalu ia menjawab : “Ini dari al-Baqarah dan al-Imranmu, tetapi berikanlah kepadaku sebagian dari filsafat Socrates da Abicrates”. Penyakit in yang bersangkutan sejak mula berpaling dari al-Qur’an.

Memang dikalangan para pemuda sama sekarang terdapat orang yang tidak penah membaca al-Qur’an dan Hadist serta tidak pernah menghadiri majelis agama (Islam) atau pengajian, tetapi dia mempunyai buku-buku referensi musuh-musuh manusia, seperti buku yang berjudul : “Al Insan Laa Yakuunmu Wahdahu” (Manusia tidak dapat berdiri sendiri). Kaifa Tunhi Yaumaka dan Kaifa Tusaithiru ‘alaa’ Aqlika” (Bagaimanacara anda menguasa akal anda), dan sebagainya.

Orang yang bersangkutan berada dalam kekuasaan halusinasinya dan kemauan hawa nafsunya. Allah Ta’ala berfirman :

“Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghiduan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. Bertakalah ia ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat. ‘Allah berfirman : ‘Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat kami, maka kamu melupakannya dan begitu pula pada hari inipun kamu dilupakan”. (QS : Thahaa : 124-126)

Allah Ta’ala berfirman pula :

“Dan apabila diturunkan suatu surat, maka diantara mereka (orang-orang munafiq) ada yang berkata ‘Siapa diantara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini? Adapun orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira”. (QS : at-Taubah : 124)

Bergembirlah bagi orang-orang yang mencintai al-Qur’an dan As-Sunnahnya. Karena tidaklah sekali manusia makin lama duduk, mendengar, dan membacanya,melainkan makin bertambah pula keimannya. Tidak lah pula sekali-kali orang yang berpaling makin bertambah parah, melainkan bertambah kekafiran, kemunafiqan, dan laknatnya. Allah Ta’ala berfirman :

“Adapun orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambahlah kekafiran mereka disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir”. (QS : at-Taubah : 125)

Salah seorang ahli ilmu manthiq bernama Ibnu Rawandy bersua dengan salah seorang pedagang dari kalangan kaum muslim dengan membawa ternak sapi, ternak kambing dan ternak unta miliknya. Dia seorang hamba sahaya dan memang kita semua adalah hamba Allah.

Ibnur Rawandiy pun menengadahkan pandangannya ke langit ser aya berkata : “Aku adalah Ibnur Rawandiy yang cerdas, bahkan termasuk yang tercerdas di dunia, sedang budak ini Engkau berikan kepadanya kuda, dan sapi. Dimanakah letak keadilan-Mu? Selanjutnya, Ibnur Rawandy melemparkan roti ke sungai seraya berkata : “Dimanakah letak keadilan-Mu?”. Kemudian Ibnur Rawandiy memberikan komentarnya, “Semoga Allah memberkati kebodohan yang disertai dengan ketaqwaan dan semoga Allah melaknat kecerdasan yan diberangi dengan kefasiqan”.

Bagaimana kalbu ini menjadi menjerit dan marah seperti itu?Sehingga, yang bersangakutan marah-marah dan menjerit seperti seura keledai?

Allah Ta’ala berfirman :

Halaman
123
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved