Poligami, Surga yang Kurindukan

Allah Maha Tahu kemampuan dan kebutuhan makhlukNya. Tentu ada banyak hikmah suami berpoligami.

Editor: Halmien
Poligami, Surga yang Kurindukan

****

Abu Aisha sendiri menasihati bahwa poligami tidak perlu menjadi hal yang begitu kontroversial karena ketentuannya telah jelas ada dalam Al-Qur’an dan Hadist. Intinya kita tahu dan menerima.
Laporkan iklan?

Teknis pelaksanaannya tergantung dari keluarga tersebut. Mampu berpoligami atau bahagia bermonogami.

Bagi keluarga yang telah berpoligami tentu ada banyak hal yang orang luar tak bisa menilai. Persangkaan yang buruk tentang poligami kemudian membuat (sebagian) wanita menjadi ngeri melihat bentuk poligami merupakan tanda bahwa kita perlu banyak belajar dan menggali ilmu.

Permasalahannya kita tumbuh di zaman dimana zina,perempuan simpanan dan perselingkuhan menjadi hal yang lumrah. Ketika masyarakat sudah umum dengan hal ini, maka hukum syariat berupa poligami menjadi hal yang tabu dan memalukan. Sungguh pemikiran sosial yang ironis!

Poligami juga bukan berarti memprovokasi wanita-wanita single kehilangan adab sampai mengganggu rumah tangga orang lain. Ini adalah hal yang berbeda. Dan bukan sebuah bentuk legalisasi suami untuk menikah diam-diam tetapi di saat yang bersamaan menelantarkan anak dan istri.

Saya nasihatkan bagi saudari yang belum menikah, tolong jaga izzahmu! Kehormatan itu penting. Bila ingin dinikahi dengan terhormat, maka bersikaplah sebagai wanita terhormat.

Penilaian buruk di masyarakat tentang poligami karena ada batas-batas yang dilanggar. Ada adab-adab yang tak dipraktekkan kecuali bagi mereka yang benar-benar dari awal telah meniatkan ini sebagai sebuah jalan merindukan surga.

Semasa mahasiswi saya menyatakan diri siap untuk dipoligami. Di data ta’aruf saya mencantumkan ‘menerima poligami’. Akan tetapi tidak membuat saya menjadi muslimah agresif yang memprovokasi laki-laki untuk menikah dengan alasan poligami. Prinsip saya waktu itu bila yang meminta itu istri dari laki-laki yang mau berpoligami maka dengan senang hati saya menerima tawaran ta’aruf itu.

Semua ada aturannya. Bagi keluarga yang sudah mampu berpoligami haruslah dihormati bukan sebaliknya dijadikan bahan ghibah siang dan malam. Bagi saudari yang belum menikah, tetaplah dalam adab kehormatan. Bila tak ada laki-laki single sholeh yang datang meminang, jangan menutup diri dari laki-laki sholeh yang ingin berpoligami.

Suami bukanlah milik istri. Kita semua adalah milik Allah. Komunikasi dan keterbukaan adalah jalan dalam rumah tangga.

Sekuat apapun kita menjaga, tak akan mampu mengikat suami kita selamanya karena pada hakikatnya kita menjadi amanah bagi satu sama lain.

Ukuran amanah bukanlah diukur dengan perasaan melainkan serangkaian ketentuan sya’ra yang sudah diatur dalam Al-Qur’an. Sebagai muslimah sikap menantang dan mengolok-ngolok hukum poligami adalah menunjukkan kejahilan.

Laki-laki yang tidak memenuhi ketentuan berpoligami juga menunjukkan kecacatan yang harus dievaluasi. Kegagalan berumah tangga dalam berpoligami bukan menjadi acuan untuk menentang hukum syariat karena bila ingin menilai dengan adil berapa banyak rumah tangga monogami yang menunjukkan angka kegagalan.

Halaman
123
Tags
poligami
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved