Pengadilan Tolak Gugatan Warga Penentang Masjid Bendigo di Australia

membawa kasus tersebut ke Pengadilan VCAT. Alasannya, pembangunan tersebut menyebabkan masalah lalu lintas dan masalah sosial.

Pengadilan Tolak Gugatan Warga Penentang Masjid Bendigo di Australia

“Kemudian kami merasa ingin punya tempat sendiri, yang juga bisa digunakan jika ada acara-acara khusus, seperti misalnya saat bulan puasa atau Idul Fitri,” jelasnya.

Dari segi perizinan dan teknis, rencana pembangunan tidak terlalu memiliki kendala, karena komunitas Muslim sudah merangkul sejumlah pihak terkait, seperti transportasi, lalu lintas, dan lainnya.

VCAT juga telah menetapkan sejumlah prasyarat dan kondisi pada masjid, termasuk jumlah orang yang diperbolehkan berada dalam satu waktu tertentu, batas ketinggian menara masjid, yakni 21,4 meter, dan pembatasan jam buka masjid.

Sebelumnya para penentang pembangunan masjid ini telah menggunakan serangkaian cara untuk menolak pembangunan. Di antaranya melalui jejaring sosial, papan reklame, dan sejumlah balon berwarna hitam yang digantung di sejumlah titik kota.

“Ada kesalahpahaman dari beberapa orang yang mempertanyakan mengapa untuk jumlah anggota komunitas Islam yang sedikit tapi membutuhkan masjid yang besar,” kata Heri.

Heri mengaku kalau luas masjid tersebut tidak akan melebihi 300 meter persegi. Sementara fasilitas lain, seperti ruangan untuk kelas dan pendidikan dan fasilitas olahraga akan dibuat secara bertahap.

“Dan pada akhirnya semua komunitas dari manapun bisa menggunakannya, dan kami pun berencana mengundang mereka secara aktif, tapi ini semua baru rencana dan akan dilakukan bertahap,” tambah Heri.

Sebagai tanggapan dari sejumlah warga yang menentang pembangunan ini, sebuah gerakan dengan nama ‘This is Bendigo’ dibentuk oleh penduduk setempat yang mendukung multikulturalisme dan toleransi beragama.

Jika tuntutan pihak penggugat kembali ditolak di pengadilan banding nantinya, masjid pertama di Bendigoo akan dibangun di sebelah timur kota, dekat bandara. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved