Menjadi Pasangan yang Menarik

Perlu diingat bahwa ada perbedaan antara keperkasaan jasmani dan kekuatan hubungan badan suami istri,

Editor: Halmien

Istri Ibnu Mazh’un menjawab, “Meski dia orang terkaya, tapi apa artinya bagiku. Setiap siang dia puasa, malamnya beribadah.” Ketika Rasulullah datang, para istri Nabi menceritakan hal itu kepadanya. Kemudian Rasulullah bertemu dengan 'Utsman Ibnu Mazh’un dan bertanya, “Apakah engkau mempunyai suri tauladan selain aku?”

Ibnu Mazh’un menjawab, “Tentu tidak, wahai Rasulullah”. Lalu Rasulullah saw menasihatinya, “Bagaimana engkau puasa tiap siang dan beribadah di malam hari, sedangkan keluarga dan tubuhmu itu mempunyai hak? Shalatlah lalu tidur, puasalah lalu buka.”

Setelah kejadian itu, istri Ibnu Mazh’un selalu tampil dengan penuh keceriaan layaknya pengantin baru. Para istri Nabi menjadi heran, “Aduhai, kenapa engkau berubah demikian?” Istri Ibnu Mazh’un menjawab, “Kami telah hidup selayaknya orang lain berbahagia.”

Anas berkata, “Ketika anak Abu Thalhah meninggal, istri Abu Thalhah berpesan kepada keluarganya, 'Janganlah kalian beritahu Abu Thalhah. Biar aku saja yang akan bicara.”

Anas melanjutkan riwayatnya, “Ketika Abu Thalhah datang (dari perjalanan bepergian), istrinya menyambutnya dengan hidangan dan riasan tubuh yang begitu istimewa yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Setelah makan dan minum dengan puas, dia mengajak istri bercinta.” Ketika sang istri tahu bahwa Abu Thalhah telah kenyang, bahagia, dan puas, lalu dia membuka pembicaraan dengan berkias, “Wahai Abu Thalhah, jika saja ada suatu kaum yang meminjamkan pekarangannya untuk tempat tinggal kepada orang lain, lalu dia memintanya kembali, apakah si peminjam boleh menolak?”

Abu Thalhah menjawab, “Tentu tidak boleh, karena itu hak si pemilik untuk memintanya kembali.” Tiba-tiba istrinya menyampaikan berita duka kematian anaknya. Mendengar hal itu Abu Thalhah marah dan berkata, “Engkau telah membuatku berpikir ke mana-mana hanya karena engkau ingin memberitahu kematian anak kita?”

Lalu Abu Thalhah bergegas keluar dan berjumpa dengan Rasulullah dan memberitahu kabar kematian anaknya. Kemudian Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Semoga Allah memberkati apa yang telah kalian berdua lakukan malam itu.” Anas mengakhiri riwayatnya, “Setelah itu istri Abu Thalhah hamil.” (HR Muslim). (hdc)

  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved