Breaking News:

Kristenkan Muslim Mindanao, Soria Malah Putuskan Jadi Muslim

berdebat tanpa dasar karena ia adalah seorang akademisi dan teolog, ia dididik di lembaga-lembaga pembelajaran yang dikelola Yesuit.

Editor: Halmien
Kristenkan Muslim Mindanao, Soria Malah Putuskan Jadi Muslim

“Saya bahkan menyadari bahwa Injil Barnabas bahkan lebih dipercaya daripada Injil dari empat penginjil lainnya, termasuk dalam Alkitab,” tambahnya.

Masuk Islam, dikecam kerabat dan kaumnya terdahulu

Pada tahun 2001, Soria menjabat sebagai pastor paroki di berbagai kota, setelah mengikuti studi perguruan tinggi dan teologinya di Xavier University dan Loyola School of Theology. Kedua universitas itu dikelola oleh Yesuit Ateneo de Manila University. Namun ternyata Soria malah memeluk Islam.

Sejak saat itu dia dikenal sebagai Muhammad Soria, tapi banyak dari teman-temannya termasuk orang Muslim masih memanggilnya sebagai “Bapa Stan.”

Soria mengatakan bahwa keputusannya itu mendapat kecaman dan anggapan jijik dari sebagian kerabat dan mantan umatnya terdahulu. Pengalaman itu serupa dengan apa yang dihadapi oleh mereka yang beralih menjadi Muslim.

Soria berperan aktif di dalam Islam, tidak hanya dalam hal beragama, tetapi juga dalam hal cara hidup.

Dia sudah pergi haji selama lima kali, menjadi anggota Gerakan Dakwah Islam di Filipina. Dia juga menikah dengan seorang wanita yang berusia 24 tahun, pada tahun lalu setelah sebelumnya pernah hidup selibat dan langsung dihentikan setelah masuk Islam.

Umat Islam mendunia

Soria mengatakan bahwa umat Islam harus belajar dari orang-orang Kristen dalam struktur penyebaran ajaran agama. Baginya, memiliki struktur sangat akan membantu dalam menyebarkan ajaran agama Islam sebagaimana struktur telah membantu orang-orang Kristen dalam menyebarkan ajaran agama mereka.

Misalnya, umat Islam harus mendirikan universitas di seluruh dunia, sebagaimana misionaris katolik dengan universitas mereka. “Mengapa tidak bisa negara-negara Islam menghasilkan penceramah dan melakukan apa yang para misionaris Kristen lakukan?” tandasnya.

Soria lebih lanjut mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk mengintektualisasikan Islam melalui rasionalitas, karena dengan demikian ajaran yang terkandung dalam Al-Quran akan lebih baik dihargai oleh orang-orang yang benar-benar baru masuk Islam. (ipc)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved