Masuk Islam, Laurence Brown Tak Ingin Lagi Jadi Rambo atau James Bond

Ketika aku menjadi muslim, orangtuaku merasa kehilangan anaknya karena Islam. Orangtuaku menganut ateisme.

Masuk Islam, Laurence Brown Tak Ingin Lagi Jadi Rambo atau James Bond

Jadi aku merasa bahwa Islam adalah agama yang membuat hubungan antar manusia menjadi teratur. Aku merasa bahwa Islam adalah agama damai.

Sebelum masuk Islam, aku tidak menemukan kedamaian dalam hidupku. Sebelum masuk Islam, aku tertarik melihat pisau, aku tertarik melihat senjata, aku biasanya bermain paintball, karena aku berada dalam kemiliteran. Aku menonton film Rambo, Commando, James Bond, dan sebagainya.

Tapi kemudian setelah aku menjadi muslim, tiba-tiba aku tidak tertarik lagi dalam hal-hal semacam itu. Aku menjual atau memberikan senjataku dan bermacam-macam pisau milikku. Bahkan sekarang aku tidak suka melihat ujung sebuah pisau. Bahkan istriku merasa kesal karena aku mengambil semua pisau dapur dan merusak ujungnya. Sejujurnya aku tidak paham apa gunanya ujung sebuah pisau dapur. Tidak seorangpun yang menggunakannya dan itu berbahaya. Hidupku berubah dari kacau menjadi damai dimana aku belum pernah mengalami sebelumnya. Dan aku menjadi seorang pria dengan kedamaian dalam hatinya, berdamai dengan orang-orang di sekitarku, dan berdamai dengan masyarakat umum.

Mungkin rasa damai ini dikarenakan Islam merupakan kasih sayang dari Pencipta kita, jadi Allah-lah yang memberikan kita rasa ini. Ketika kau merasa kau melakukan hal yang benar, mengenali Pencipta kita, dan menyembah-Nya dengan cara yang Dia inginkan, maka kedamaian akan memasuki hidupmu.

Lalu, orang-orang sering bertanya masuk grup Islam manakah diriku? Tapi aku tidak pernah tertarik untuk masuk grup manapun. Memang banyak sekali grup-grup Islam, tapi aku tidak pernah benar-benar bergabung dalam suatu grup. Kurasa karena aku adalah seorang penyendiri, itulah aku apa adanya dan aku bahagia akannya. Dan Islam memberikan hak kepada kita untuk menjadi diri kita apa adanya.

Ketika menjadi muslim, aku telah mengubah hidupku yang sangat tak berorientasi untuk kesenangan duniawi, menjadi kehidupan dimana aku mengejar kedamaian, bukan hanya untuk diriku tapi juga untuk orang-orang disekitarku, dan untuk mengembangkan diriku sebagai seorang muslim, dan untuk menyebarkan pesan Islam. Ini tidak berarti semua orang harus menerimanya, tugas kita hanyalah untuk menyebarkan pesan Islam.

Menurutku setiap orang punya haknya masing-masing untuk bebas memilih agamanya sendiri. Kita sebagai manusia ingin memperlakukan orang lain sebagaimana mereka memperlakukan kita. Jadi kita harus menoleransi kebebasan orang dalam memeluk agama sepanjang mereka tidak bersifat merusak. Jika mungkin, lakukan menuju etika global. Sebuah kode universal yang dapat diterima oleh semua orang menembus batas agama dan budaya, dimana setiap manusia dapat bertenggang rasa. Itulah yang ingin kucapai. (ipc)

Berita Populer
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved