Breaking News:

Makna Kurban di Tengah Resesi Ekonomi

Sedekah, infak, dan saling berbagi kepada sesama inilah yang akan terus membuka pintu-pintu rezeki. Di antara banyak poin yang diserukan

Editor: Halmien

SERAMBI UMMAH.COM - DI TENGAH ancaman krisis ekonomi yang ditandai dengan pelemahan nilai rupiah diharapkan tidak menjadi momok yang menakutkan bagi umat Islam dalam merespons kondisi perekonomian saat ini. Sebagai umat yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, ada solusi lain yang terlupakan dalam wacana umum agar bangsa ini tidak terpuruk di tengah terjangan resesi ekonomi secara global.

Menurut Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center Ustadz Bachtiar Nasir, agar bangsa ini tidak larut dalam kekhawatiran dan ketakutan yang berlebihan akibat resesi ekonomi, ummat Islam harus berani banyak bersedekah.

Sedekah, infak, dan saling berbagi kepada sesama inilah yang akan terus membuka pintu-pintu rezeki. Di antara banyak poin yang diserukan oleh pemerintah agar bangsa ini terbebas dari ancaman krisis, Bachtiar Nasir menegaskan, ada satu poin penting yang terlupakan. Padahal, esensi dan dampaknya sangat luar biasa jika itu dilakukan secara berjamaah yakni sedekah.

“Saya lihat tidak ada sedekah di situ padahal yang membuat ekonomi ini berputar dan bisa meredam gejolak akibat resesi ekonomi ini adalah sedekah. Kita harus berani bersedekah dalam kondisi yang sangat sempit sekali pun,” kata Bachtiar Nasir dalam siarah persnya kepada Islampos, Selasa (8/9/2015).

Halaman
1234
Tags
berkurban
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved