Tunggu Ayah di Depan Gang

Dan anak yang mulai beranjak remaja itu tetap ceria menyambut. Sebagai ganti, ia akan minta digendong sampai rumah.

Tunggu Ayah di Depan Gang

Ia tidak menyadari suasana di jalan besar di sebelah gang yang mendadak riuh. Tenda biru dipasang, bangku-bangku dikeluarkan, dan bendera kuning dikibarkan.

Para tetangga kasak-kusuk sambil menyiapkan upacara kematian. Bus yang ditumpangi ayahnya menyerobot perlintasan dan ditabrak kereta. Tidak ada yang selamat. Sang ayah tergencet badan bus bersama boneka barbie yang di tangkupnya.

‘Boneka ini harus sampai pada Putri ….’ Tekadnya dikalahkan api yang menjalari tubuh.

***

“Kasihan, siapa yang akan mengurus anaknya yang bisu dan tuli itu?” Pertanyaan para tetangga sambung-menyambung seperti lebah yang berdengung.

Putri menghela napas lagi, lalu menggelamkan tangisnya di balik lutut. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved