Breaking News:

Inilah Alasan Mengapa Pendeta Hongaria Resah Kehadiran Pengungsi Suriah

Kata-kata Pendeta tersebut menunjukkan adanya konflik kepercayaan di Eropa tentang bagaimana harus menerima sekelompok

Editor: Halmien

Hal sebaliknya diungkapkan oleh mereka yang menolong para migran tersebut di Stasiun Kereta Sentral Budapest dan di perbatasan, dimana ratusan pengungsi menunggu kereta ke Eropa Barat. Mereka mengungkapkan bahwa para migran tersebut sangat membutuhkan bantuan dan mereka dengan senang hati menerimanya.

Sebuah pemandangan langka di stasiun yang sibuk tersebut. Dengan para wanita mencari baju yang cocok untuk mereka dari gunungan baju-baju sumbangan dan anak-anak bermain dengan bola-bola mereka, mendapatkan libur dari situasi perang yang menghantui mereka di kampung halaman.

“Saat aku datang ke stasiun, tempat itu penuh dengan anak-anak dan bayi,” ujar Mark Balasz, seorang pramugara. “Aku punya tiga orang anak. Aku membayangkan apa yang akan terjadi jika perang pecah di sini. Aku akan melakukan persis seperti apa yang mereka lakukan,” ujarnya dikutip laman washingtonpost.com.

Selama beberapa minggu belakangan, Balasz dan ratusan relawan lainnya menghabiskan siang dan malam di stasiun membagikan makanan, baju, dan popok donasi dari Migration Aid, sebuah organisasi relawan di Hongaria yang baru muncul beberapa bulan yang lalu untuk mengisi bidang yang ditinggalkan oleh pemerintah dan organisasi amal lainnya yang lebih dulu berdiri.

Bagi Eva Vargas, seorang dokter berusia 63 tahun yang memberikan pengobatan dan pemeriksaan gratis bagi para pengungsi di stasiun, tidak masalah apapun agama pasiennya.

“Bagiku tidak ada pasien Kristen dan pasien non-Kristen. Yang ada hanyalah pasien, dan aku merasa aku harus membantu mereka.”

Meskipun mereka tidak didukung oleh organisasi amal lainnya yang lebih besar, terutama organisasi Kristiani, usaha mereka tidak sia-sia. Seseorang meninggalkan kata-kata yang ditulis dengan kapur di dinding stasiun, berbunyi, “Hongaria, kamu punya orang-orang baik.” (hdc)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved