Breaking News:

Dunia Seperti Gelapnya Malam

Gempa memang menakutkan. Terutama gempa berskala besar, getaran dan efek rusaknya membuat trauma. Banyak orang

Editor: Halmien
Dunia Seperti Gelapnya Malam

SERAMBI UMMAH.COM - BELUM sempat Duha kami tegakkan seperti biasa. Baru beberapa siswa setor hafalan seperti biasa. Belum sempat tausiyah rutin disampaikan. Belum lagi kebiasaan saya ”menyentil” siswa yang enggan remedial. Belum sempat. Tiba-tiba lantai tiga sedikit bergoyang. Mungkin ada gempa. Semua berhamburan.

Gempa memang menakutkan. Terutama gempa berskala besar, getaran dan efek rusaknya membuat trauma. Banyak orang ”bangkrut” karena gempa. Kehilangan harta, anak dan isteri bahkan kehilangan nyawa karenanya.

Banyak yang kaya jadi miskin. Dahulu tidur di rumah besar, indah dan asri tetapi tiba-tiba harus berdesakan di tenda pengungsian. Pengap, panas, kotor dan tidak hygienis. Tak ada yang tersisa dari rumah idamannya. Rumah yang dibangun dari jerih payah dari rezeki yang disisihkan. Rumah yang sering dibanggakan ketika tamu bertandang. Dengan segala dekorasi hiasan, barang antik dan perabot yang dipasang berjejer. Dengan kolam renang yang menawan di sisi taman buatan yang menyejukkan mata memandang.

Semuanya tak tersisa. Hancur. Sementara gubuk reyot tetangganya tetap kukuh berdiri. Seolah menunjukkan kegagahan pada si kaya bahwa ia masih mampu berdiri dan masih sanggup melindungi penghuninya dari terik dan curah hujan yang mengguyur bumi. Itulah gambaran dunia yang sesungguhnya. Gempa hanya satu instrumen bahwa dunia ini kapan saja bisa lenyap sebab kefanaannya.

Halaman
1234
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved