3 Cara Ini Bisa Membuat Kamu Komitmen dalam Melakukan Kebaikan

Belum lagi kala hati amat berat untuk melepas gadget yang kerap menggoda mata untuk terus memandanginya.

Editor: Halmien

Ketika seseorang mesti ke kantor selama 8 jam dan pulang pergi dengan memakan waktu 2 jam karena macet, maka ia mesti membuat schedule. Tanpa itu, kemungkinan besar, hidupnya akan mengalir namun tanpa ada peningkatan kualitas diri yang memadai.

Misalnya, menetapkan waktu membaca dan menghafal Al-Qur’an 20 menit sebelum tidur dan sebelum Shubuh. Schedule semacam ini akan memudahkan siapapun ringan menjalankan dua cara sebelumnya.

Selain itu, sangat relevan rasanya ungkapan yang mengatakan, “Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir.”

Artinya, hari yang tidak diatur oleh seorang Muslim tidak akan menjadi ladang kebaikan yang maksimal. Sementara waktu terus bergulir dan ketidakmaksimalan kebaikan diri terus berjalan. Inilah sebenarnya awal dari segala kerugian.

Konkretnya terkait manfaat dari cara yang ketiga ini, sejarah kemenangan Sultan Muhammad Al-Fatih bisa menjadi argumen kuat.

Pentingnya perencanaan yang matang bukanlah teori, buktinya adalah bagaimana Muhammad Al Fatih mencurahkan berbagai upaya untuk merencanakan dan mengatur penaklukan Konstantinopel, hingga akhirnya bisa terwujud setelah menanti berabad-abad lamanya.

Dengan kata lain, mustahil penaklukan Konstatinopel bisa dicapai dengan cara bertindak yang asal bertindak, bukan tindakan dadakan, atau tindakan tanpa perencanaan. Namun buah dari perencanaan jauh-jauh sebelum penyerbuan dilakukan. (hdc)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved