Shalat Id Pertama Disambut Tetesan Air Mata Muslim Tolikara

Satu persatu kaum Muslimin mulai berduyun-duyun mendatangi Masjid Koramil Khairul Ummah.

Shalat Id Pertama Disambut Tetesan Air Mata Muslim Tolikara

Ia juga mengisahkan keteguhan wanita mulia Siti Hajar saat ditempatkan oleh Nabi Ibrahim di padang pasir. Nabi Ibrahim kala itu diuji keimanannya oleh Allah Subhanahu Wata’ala dengan perintah menyembelih anaknya sendiri, Ismail.

Dengan ketekunannya, Siti Hajar mampu bertahan hidup dan mencari solusi kehidupan dari Bukit Safa dan Marwah hingga menemukan keaiaban dari Allah Subhanahu Wata’ala berupa Air Zamzam.

Ismail yang juga sabar dan keteguhan imannya menuruti perintah Allah subhanahu wata’ala untuk disembelih, meski Allah menggantikannya dengan seekor kambing.

Fadhlan, menyampaikan hikmah dan pelajaran dari Nabiullah Ibrahim ‘alaihissalam ini. Yakni, meniadakan kemusyrikan, ego, dan kesombongan diri.

Lebih jauh, dengan hikmah ini, ia mengajak kaum Muslimin menampilkan Islam kepada seluruh warga Tolikara Papua. Ia juga mengajak seluruh Tolikara tunduk kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

“Dengan ketundukan dan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, Umat Islam di Tolikara dapat menampilkan Islam yang sesungguhnya, “ ujar Fadhlan.

Di akhir khotbah, Fadhlan mengajak jamaah shalat Idul Adha untuk memuji Allah Subhanahu Wata’ala.

“Alhamdulillah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Dengan lirih, khatib menutup doa semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa melindungi kaum Muslimin yang ada di Tolikara Papua.

Khutbah akhirnya berakhir pada Pukul 7.51 WIT. Yang tak kala mengharukan, usai pelaksanaan shalat Idul Adha, para jamaah pria langsung mendekati khatib dan imam untuk bersalaman hingga membuat para jama’ah meneteskan air mata.

Beberapa jama’ah menangis dan saling berpelukan antar yang lain. (hdc)

Tags
tolikara
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved