Pantaskah Kita Mendapat Kebaikan Allah?

Orang yang paham agama, sejatinya tak akan bersenjang dengan amal nyata. Mereka ini biasanya disebut ulama

Pantaskah Kita Mendapat Kebaikan Allah?

Keempat, beramal sebagaimana generasi terbaik (sahabat, ulama salaf).

Suatu saat nabi ditanya oleh seorang Arab Badui, “ Apa Islam ada akhirnya?”. Beliau menjawab:

Artinya: “Barangsiapa yang dikehendaki Allah (mendapat) kebaikan, baik orang Arab maupun non-Arab, maka akan dimasukkan dalam golongan mereka.” (HR. Ibnu Hibban).

Ini sangat beralasan sebab, kata beliau setelah masa terbaik pada akhirnya ada masa fitnah. Orang yang bisa selamat dari fitnah adalah orang yang konsisten beramal sesuai dengan amalan mereka, yang menjadi orang terdepan dalam meneladani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Kelima, berakhlak mulia

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

Artinya: “Barangsiapa yang dikehendaki Allah (mendapat) kebaikan, maka akhlaknya akan dibuat mulia.” (HR. Al-Qudha'i).

Siapa sih yang ga suka pada orang yang berakhlak mulia? Dan ingat, mereka yang berakhlak mulia bukan saja mendapat kebaikan, tetapi sebagai representasi insan yang beriman sempurna. Sedangkan hal itu, sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Intinya, jika mau mendapat kebaikan dari Allah setidaknya kita memantaskan diri dengan memburu 5 kriteria; memahahi agama secara benar, siap menghadapi ujia, konsisten dalam beramal hingga aja, meneladani generasi terbaik, dan berakhlak mulia.

Nah, sudah pantaskah kita, semuanya yang merasa Muslim mendapatkan khoirullah (kebaikan dari Allah)? (hdc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved