Breaking News:

Ibu, Ayah, Cukuplah Berjalan di Sisiku

Lalu dengan emosi, ibu dan ayahnya malah menyalahkan perihal langkahnya yang lambat, konsentrasinya yang kurang. Cobalah renungkan

Egoisme

Ya, terkadang kita lupa. Egoisme kita sebagai orangtua terlalu tinggi. Keinginan dan impian kita terlalu banyak.

Sehingga kita terbawa menjadikan anak sebagai ujung tombak tanpa mengasahnya terlebih dahulu.
Hanya mengandalkan kekuatan lemparan untuk sampai ke sasaran. Padahal tanpa runcingnya ujung tombak, ia tidak akan menancap sempurna.

Cukuplah berjalan di sisinya. Jadikan ia rekan kerja, teman bermain, sahabat, murid dan guru.

Belajar menjadi orangtua yang baik, selama nafas masih bisa dihembus. Astaghfirullahal ‘adzhiim. (hdc)

Berita Populer
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved