Breaking News:

Kabut Asap yang Tak Kunjung Padam

Kabut asap yang terjadi bukan tanpa sebab atau terjadi begitu saja, tetapi disebabkan oleh kebakaran yang sengaja dibuat oleh perusahaan-perusahaan

Editor: Halmien
Tribun Sumsel/M Syah Beni
Pelaksanaan Salat Ied di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) diselimuti kabut asap. Sekitar seribuan jemaat terpaksa menghirup udara yang tidak sehat, Sabtu, (3/10/2014). 

SERAMBI UMMAH.COM – Kabut asap masih menjadi bencana yang sampai saat ini belum terselesaikan secara tuntas. Bencana kabut asap tiap tahun terus terjadi secara berulang. Wilayah Sumatera dan Kalimantan menjadi wilayah yang parah terkena kabut asap.

Ada sekitar 12 provinsi yang mengalami musibah kabut asap, dengan luas jutaan kilometer persegi. Kabut asap pekat terutama menyelimuti wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Di Sumatera, kabut asap menyelimuti 80 persen wilayahnya.

Kabut asap yang terjadi bukan tanpa sebab atau terjadi begitu saja, tetapi disebabkan oleh kebakaran yang sengaja dibuat oleh perusahaan-perusahaan untuk membuka lahan baru. Ada sekitar 33.000 hektar lahan gambut yang dibakar.

Kabut asap tentu saja menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Total nilai kerugian akibat bencana asap pada tahun 2015 belum bisa dihitung. Namun, berdasarkan data BNPB, kerugian pada tahun 1997 saja, yaitu mencapai 2,45 miliar dolar AS. Menurut Kepala BNPB Willem Rampangilei, kerugian akibat kebakaran lahan dan hutan serta bencana asap di Riau tahun 2014 lalu, berdasarkan kajian Bank Dunia, mencapai Rp 20 triliun.

Halaman
1234
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved