Breaking News:

Muslimah Inggris Lolos dari Cengkraman ISIS

Tapi ketika bayinya berusia empat minggu, Shukee membawa kelima anaknya ke Turki untuk liburan di negara itu dan kemudian melintasi perbatasan

Editor: Halmien

Aku tengah berpikir tentang masa depan anak-anak. Apakah dia akan menjadi bagian dari masa depan anak-anak? Apakah dia akan kembali? Semua hal yang wajar terpikir dibenakmu.

Aku melihat dalam pemberitaan bahwa pada titik ini ISIS telah menjadi dari buruk menjadi lebih buruk lagi. Jadi aku memutuskan bahwa aku akan mencoba berbicara dan menyampaikan beberapa pengertian kepadanya.

Pada saat yang sama aku juga ingin bertemu dengannya. Aku ingin anak-anak melihat ayah mereka. Aku ingin bayiku bertemu ayahnya juga. Itulah hal-hal yang terpikirkan olehku.”
AR-harits

Saat Anda berpikir bahwa Anda akan pergi untuk bergabung dengannya di sana, apa yang membuat Anda membawa anak-anak?

“Suamiku adalah seorang pria yang sayang keluarga. Aku begitu mengenalnya. Aku sudah menikah dengannya selama 11 tahun. Aku selalu tahu bahwa dia adalah orang yang baik dengan karakteristik yang baik.

Bagiku, membawa anak-anak untuk bertemu dengannya dan kemudian pergi jauh dari sana, itu akan memberikan kekuatan lebih dari apa pun yang bisa ku katakan pada saat itu.”

Setelah di Suriah, Shukee dan keluarga dibawa ke kubu ISIS, Raqqah. Ia ditempatkan di safe-house ISIS bersama puluhan wanita lainnya dan keluarga mereka, menunggu untuk bertemu kembali dengan suaminya.

Sejak mengambil alih sejumlah wilayah Suriah dan Irak, ISIS telah membanjiri media sosial dengan gambar-gambar yang menampilkan kehidupan yang terkesan sangat indah di bawah kekuasaan mereka, tetapi Shukee mengatakan bahwa kenyataannya sangatlah berbeda.
ar-raqqah

“Anda akan mendapati ratusan keluarga yang tinggal dalam satu ruangan, berbagi mungkin satu atau dua kamar mandi di antara mereka, satu atau dua dapur di antara mereka. Anak-anak yang menangis, anak-anak yang sakit.

Ada semacam mentalitas gangster di kalangan para wanita lajang di sana. Obrolan seputar kekerasan – berbicara tentang perang, pembunuhan. Mereka biasanya duduk bersama dan meringkuk menghadap laptop mereka dan menonton video-video ISIS bersama serta mendiskusikannya dan segala sesuatunya. Itu bukanlah minatku.”

Halaman
1234
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved