Breaking News:

Nasib Pria Muslim di Prancis

Penelitian itu dilakukan oleh Montaigne Institute think tank yang mengirim ribuan tanggapan terhadap iklan pekerjaan yang dikirim melalui SMS

Nasib Pria Muslim di Prancis

“Ini mungkin di bawah-perkiraan tingkat diskriminasi, semua studi menunjukkan bahwa sistem diskriminasi ada pada setiap langkah perekrutan,” katanya.

“Citra Islam telah rusak parah di Perancis,” tambah Valfort.

“Studi menunjukkan bahwa Perancis secara otomatis mengelompokan Islam sebagai kaum ekstremisme agama dan penindas perempuan,” lanjutnya.

“Kedua image itu memberi diskriminasi yang sangat kuat, khususnya bagi Muslim laki-laki. Perekrut takut akan risiko peningkatan praktik keagamaan yang agresif di tempat kerja, sehingga menciptakan kelompok dengan risiko pembangkangan, “tambahnya.

Valfort juga menciptakan set non-agama pada kandidat untuk melihat bagaimana dalam mempengaruhi hasilnya.

Ketika Mohammed diidentifikasi sebagai seorang yang beragama sekuler, ia mendapatkan dua kali lipat peluang untuk mendapatkan wawancara kerja dibandingkan dengan Mohammed yang diidentifikasi sebagai seorang Muslim. (ipc)

Berita Populer
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved