Edisi Cetak

Gurih dan Bikin Awet Muda

Dari namanya saja orang pasti langsung berpikir kalau makanan ringan yang satu ini bahan dasarnya

Editor: Dheny
BPOST GROUP
Keripik Kelakai 

MENGUPAS aneka makanan tradisional yang tumbuh dan berkembang di setiap daerah, nyaris tidak pernah ada habisnya. Baik yang menjadi makan pokok setiap hari, maupun sekadar makanan ringan. Salah satunya keripik Kelakai, makanan ringan asal Kalimantan Tengah.

Dari namanya saja orang pasti langsung berpikir kalau makanan ringan yang satu ini bahan dasarnya dari tumbuhan atau tanaman liar.

Utamanya bagi warga Kalimantan. Ketika menyebut nama itu pasti langsung tertuju pada tanaman sejenis ganggang yang biasa tumbuh di hutan dan rawa-rawa.

Tapi istilah modernnya tanaman yang menjadi bahan dasar makanan ringan ini sejenis pakis, yang selama ini dikenal masyarakat untuk sayur.

Namun bagi warga Kalimantan khususnya masyarakat yang tinggal di Kabupaten Kapuas, tumbuhan ini dibikin keripik. Selain memberikan rasa yang gurih, dan renyah ternyata Kelakai juga mengandung gizi.

Untungnya lagi, makanan ringan yang satu ini juga bisa menjadi obat sejumlah jenis penyakit. Seperti diare, penambah darah dan mengobati sakit kulit.

Bahkan bagi warga pedalaman Kalimantan khususnya masyarakat Dayak di Kuala Kapuas meyakini, tanaman kelakai itu bisa bermanfaat agar awet muda.

Untuk mendapatkan makanan ringan yang satu ini cukup mudah. Karena ada warga yang mengolah dan menjajakan keripik kelakai itu di kios-kios maupun pusat oleh-oleh khas Kabupaten Kapuas.

Termasuk jika ingin membuat sendiri juga gampang. Karena bahan dasarnya mudah dijumpai khususnya di wilayah tersebut, karena biasa hidup liar di hutan dan rawa-rawa.

Seperti yang biasa dilakukan Mardiana (55), salah seorang pengerajin keripik kelakai. Warga Jalan Jawa Kecamatan selat Kabupaten Kapuas ini, dikenal masyarakat sebagai perajin keripik tersebut.

Adapun cara pembuatan keripik kelakai tergolong sangat mudah. Kelakai yang bisa dibuat keripik hanya kelakai yang jenis daun. Karena banyak juga ditemukan kelakai yang seperti tunas baru yang berbentuk batang.

Namun Mardiana biasa memesan bahan dasar keripik tersebut secara khusus dari kecamatan Basarang yang memang terkenal dengan daerah penghasil kelakai dengan kualitas terbaik.

Bahan pelengkap untuk pembuat keripik kelakai adalah tepung beras, bawang putih, garam dan ketumbar yang diaduk menjadi satu layaknya adonan.

Kemudian, kelakai yang memiliki nama latin stenochlaena itu dicuci sampai bersih dan ditiriskan. Lalu haluskan bumbu bawang putih, ketumbar dan ditambah garam secukupnya.

Masukkan bumbu yang telah dihaluskan pada tepung, tambahkan air secukupnya dan aduk hingga adonan cukup kental. Jika ingin membuat rasa pedas, bisa ditambahkan cabai bubuk dan merica.

Lanjut ke proses penggorengan, cara menggorengnya pun harus berhati-hati agar tidak menggumpl. Masukkan sebatang kelakai dipermukaan adonan, balik ke sisi lainnya.

Barulah adonan yang sudah lengkap dengan kelakai itu digoreng dalam minyak goreng yang telah dipanaskan. Setelah mulai menguning angkat dan tiriskan.

Keripik kelakai bisa bertahan hingga satu bulan, tanpa bahan pengawet, sehingga sangat cocok untuk cemilan di rumah maupun sebagai oleh-oleh khas dari Kota Air (julukan Kabupaten Kapuas).

Mardiana menjual keripik kelakai dengan harga Rp 60.000 per kilogram. Dirinya hanya membuat keripik kelakai jika ada pesanan. Beberapa dinas seringkali memesan keripik kelakai pada dirinya dan kemudian dikemas sendiri.

Saat ini keripik kelakai sedang bertarung eksistensi dengan aneka cemilan lain khususnya serbuan cemilan modern yang membanjiri pusat-pusat perbelanjaan, mini market maupun kios-kios di daerah-daerah. (reni kurniawati-choiruman)

Bahan dasar keripik kelakai
- Tanaman kelakai (Pakis) diambil daunnya
- Tepung beras yang halus
- Bawang putih
- Garam secukupnya
- Ketumbar yang sudah dihaluskan

Cara Membuat
- Tepuk beras masukkan dalam panci yang diberi air secukupnya.
- Kemudian aduk biar menjadi adonan.
- Setelah menjadi adonan, masukkan tumbuhan bawang putih, garam dan ketumbar
- Aduk sampai benar-benar merata dan masukkan daun kelakai
- Setelah dipastikan bercampur, adonan itu siap digoreng

Sumber: Serambi Ummah
Tags
Kuliner
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved