Breaking News:

Suka Sesama Jenis, Bisakah Sembuh?

Berapa kali saya berusaha mengalihkan perhatian saya kepada perempuan, akan tetapi tetap saya lebih tertarik dengan sesama jenis

Editor: Halmien
Suka Sesama Jenis, Bisakah Sembuh?

SERAMBI UMMAH.COM - SAYA pemuda yang menginjak usia puber, akan tetapi sangat berbeda dengan kawan-kawan saya yang sama usianya. Mereka senang dengan perempuan sedangkan saya senang dengan anak-anak kecil.

Berapa kali saya berusaha mengalihkan perhatian saya kepada perempuan, akan tetapi tetap saya lebih tertarik dengan sesama jenis (anak kecil). Keinginan saya selalu membara ketika melihat anak kecil, dan saya sering berkhayal melakukan seks dengan mereka.

Arti dari semua ini, saya homo tapi saya ingin lepas dari sifat ini. Maka saya mohon pertolongan kalian, karena setiap hari saya sungguh tersiksa, merasa diri saya tidak normal ketika bersama-sama mereka, meskipun saya dapat merasakan kenikmatannya.

Sebab kecenderungan ini adalah ketika kecil paman saya menggauli saya, dan ini berlangsung cukup lama. Pada saat itu saya merasa ini hanya permainan biasa, akan tetapi ia selalu berkata untuk tidak mengatakan kepada siapa-siapa.

Setelah saya mengetahui perbuatan ini tidak benar, saya menolaknya, itu terjadi ketika saya berusia 8 tahun. Sejak itu saya tidak melakukan hubungan seks lagi dengannya. Saya selalu menolak setiap ia mengajak melakukan itu. Sekarang saya menyukai anak kecil dan ingin melakukan seks dengan mereka.

Keinginan itu memberikan kepuasan dalam diri ini, meskipun saya belum pernah melakukannya dengan mereka, saya takut. Hanya saja itu menjadi ‘fantasi’ saya ketika melakukan onani.

Setiap saya membuka situs internet saya selalu melihat orang-orang yang melakukan homoseksual, untuk membagi cerita dengan mereka, dan ternyata cukup banyak orang melakukan penyimpangan seksual (homo).

NN.

Jawaban DR. Amr Abu Khalil

Kami ingin meyakinkan bahwa sekarang kau dalam jenjang usia puber, maka sangat besar kemungkinan dengan izin Allah kau lepas dari kecenderungan tersebut (homoseksual). Karena kecenderungan ini belum mendarah daging dalam dirimu, dan kau sendiri belum pernah melakukannya dengan kemauan sendiri.

Hasrat itu hanya kaulakukan dalam khayalan yang kemudian dijadikan ‘fantasi’ ketika onani. Ini lebih memudahkan seseorang lepas kecenderungan itu, karena orang yang belum pernah ‘praktik’ akan lebih memiliki kemampuan meninggalkannya.

Adapun terapinya, sebagamana sering kami katakan, kau harus datang ke psikiater dan atau ustadz karena perkara ini berkaitan dengan gangguan psikologi yang sudah berlangsung lama, sehingga memerlukan kesabaran dan usaha kuat untuk benar-benar melepaskannya.

Terapi ini dapat dilakukan sendiri karena kuatnya syahwat yang menguasai dirimu. Sedangkan apabila kau datang ke psikiater, kau akan mengikuti program yang harus diikuti seminggu sekali dan pada saat itu akan terus mendapatkan pencerahan, mendapat kekuatan di saat kau merasa lemah

Teruslah berusaha, mintalah pertolongan dari Allah dan jangan putus asa. Kami akan selalu bersamamu. (ipc)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved