Breaking News:

Jual Kebun Biar Bisa Haji secara Nyaman

Kini, Kemenag sedang menyelidiki kasus terjadinya jemaah haji plus yang ditelantarkan di Tanah Suci

Tribun Medan/Riski Cahyadi
Calon jamaah haji memasuki Asrama Haji, Medan, Minggu (31/8/2014). Sebanyak 440 calon jamaah haji yang tergabung dalam kloter satu Embarkasi Asrama Haji Medan yang akan diberangkatkan ke Jeddah, Saudi Arabia pada 1 September 2014. 

SERAMBIUMMAH.COM,JEDDAH - Kini, Kemenag sedang menyelidiki kasus terjadinya jemaah haji plus yang ditelantarkan di Tanah Suci. Bila fakta di lapangan menunjukkan kesalahan pada pihak PIHK, tentu sesuai ketentuan bisa diberikan sanksi sesuai tingkat kesalahannya.

"Untuk saat ini, belum saatnya kita menentukan apa sanksinya. Karena kita perlu mendalami terlebih dahulu," kata Menag, Lukman Hakim Syaifuddin.

Sebagaimana diwartakan, belasan jamaah haji khusus merasa ditelantarkan oleh salah satu travel penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK). Pasalnya mereka ditempatkan berjejal di suatu rumah transit di Bath Quraisy, Makkah. Mereka juga tidak mendapatkan pelayanan kesehatan walaupun sudah membayar Rp 110 juta.

Para jamaah yang berasal dari Palembang itu mengaku  menjual kebun, tanah, dan bahkan mobil dengan harapan bisa menunaikan ibadah haji dengan nyaman. Tapi kenyataannya  justru sebaliknya, para jamaah haji tersebut tidur di tempat seperti penampungan, satu kamar untuk sepuluh orang . Bahkan ada yang dua ranjang untuk tiga orang nenek.

Keenambelas orang tersebut merupakan jamaah yang diberangkatkan oleh Rihlah Alatas Wisata Tour & Travel Umroh dan Haji. Padahal mereka sudah tiga tahun menunggu untuk melaksanakan ibadah haji plus dengan membayar Rp 110 juta. Di samping itu mereka harus membayar tiket dari Palembang ke Jakarta Rp 2 juta dan Biaya Manasik Haji Rp 2,5 juta.

Berita Populer
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved