Breaking News:

Yusuf Burke, Seorang Insinyur Amerika Temukan Islam di Indonesia

Saya belajar sedikit di perguruan tinggi ketika saya sedang mempersiapkan untuk kelas agama dan saya mengerti dasar-dasar Islam

Editor: Halmien
Yusuf Burke, Seorang Insinyur Amerika Temukan Islam di Indonesia

Reaksi keluarga jelas terkejut, ketika mengetahui saya telah menjadi muslim. Tapi saya pikir mereka mengerti bahwa ini adalah keputusan saya. Mereka sangat berpikiran terbuka. Saya pikir mereka memiliki rasa hormat yang baik bagi semua orang. Saya pikir mereka melihat apa yang saya sembah adalah benar dan mereka dapat menghargai akan hal itu.

Saya perlu menjelaskan kepada mereka mengapa saya melakukan hal ini, dan mungkin menghilangkan beberapa kesalahpahaman yang kita miliki di sini di Amerika Serikat tentang Islam. Alhamdulillah mereka dapat menerima penjelasan yang saya sampaikan, dan mereka benar-benar mendukung langkah yang saya lakukan.

Jadi Direktur Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR)

SAAT ini, saya seorang direktur lokal dari Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR). Kami adalah sebuah kelompok advokasi untuk Muslim Amerika, pada dasarnya kami mencoba untuk menghilangkan beberapa kesalahpahaman di Amerika Serikat, dan kami mendukung hal apapun yang berhubungan dengan kebebasan sipil atau masalah hak-hak sipil.

Berjuang, Agar Islam Dapat Diterima di Amerika

Kami hanya mencoba untuk membawa Muslim duduk di meja masyarakat Amerika. Kami juga mencoba untuk memperkenalkan Muslim kepada masyarakat yang lebih besar. Kadang-kadang orang tidak mengerti persepsi Islam atau bagaimana hubungan Muslim dengan topik yang berbeda dan isu-isu yang beredar di Amerika. Kami benar-benar mencoba untuk membawa rasa Islam ke Amerika.

Jadi, hak-hak sipil dan isu-isu kebebasan sipil datang di garis depan apa yang kita lakukan. Setiap Muslim yang didiskriminasi, baik di tempat kerja atau di lembaga pemerintah, kami mencoba untuk membantu mereka. Kami bekerja pada beberapa kasus seperti sekarang.

Satu hal yang hebat tinggal di Amerika adalah hukum tentang kebebasan beragama dan akomodasi untuk praktik-praktik keagamaan, terutama di tempat kerja. Banyak sekali pengusaha tidak memahami hal ini, dan kami membuat mereka mengerti tentang praktek-praktek religius dan akomodasi seperti sholat, Hijab bagi wanita atau jenggot bagi pria.

Kami memastikan supaya mereka bisa memahami hal itu, sehingga orang muslim bisa diizinkan di tempat kerja, tanpa harus melepaskan kewajiban mereka sebagai seorang muslim. Seperti Hijab dalam kebijakan seragam. Hukum berada di pihak kami dan kami mencoba untuk mendidik para pengusaha tentang hal itu.

Mereka mengatakan tidak ada penutup kepala dalam kebijakan seragam, seperti topi baseball dan sesuatu seperti itu. Tapi jika itu diamanatkan agama, seperti sorban untuk Sekh dan jilbab bagi umat Islam, itu bukanlah bahaya keamanan maka itu diperbolehkan di tempat kerja.

Halaman
123
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved