Breaking News:

"Jangankan Dokter Obat Batuk Pun Tak Ada"

Para jemaah haji khusus yang ditelantarkan itu mempunyai ID Card dan benar-benar terdaftar sebagai jamaah haji PIHK

Tribun Kaltim/Kholish Chered
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, berfoto bersama jemaah haji Indonesia di terminal Kuday, usai menumpang bus shalawat. 

SERAMBIUMMAH.COM,JEDDAH - Para jemaah haji khusus yang ditelantarkan itu mempunyai ID Card dan benar-benar terdaftar sebagai jamaah haji PIHK yang berangkat dengan biro perjalanan yang terdaftar resmi di Kementerian Agama. Karena kondisi inilah salah seorang jamaah haji dari Palembang  melaporkan nasib mereka ke  PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Daerah Kerja Makkah, Rabu Malam (8/10/2014).

Pada saat tim MCH Makkah datang ke lokasi tempat penampungan 16 jamaah haji dari Palembang yang lokasinya sekitar delapan kilometer dari Masjidil Haram, ada tiga orang jamaah haji yang sakit dan dua diantaranya laki-laki yang berusia di atas  60 tahun. Selain mereka, ada pula jamaah lain di bagian bawah bangunan. Informasi yang diperoleh Tribun, rumah tersebut merupakan rumah transit setelah masa puncak haji sebelum kembali ke tanah air.

Sejak awal keberangkatan hingga mau pulang, tak ada dokter maupun perawat sama sekali yang mendampingi mereka. "Jangankan dokter atau perawat, obat batuk pun tidak disediakan. Bapak Ini sakit sudah sejak beberapa hari lalu, tapi tidak ada dokter yang memeriksa," kata salah seorang jamaah haji perempuan yang tak mau disebutkan namanya.

Usai wukuf para jamaah haji tersebut ditempatkan di suatu tempat seperti rumah penampungan . Sebanyak 16 jamaah haji tersebut tinggal di dua kamar yakni yang sepuluh orang di satu kamar dengan hanya sembilan tempat tidur dan kamar mandi hanya ada satu di luar kamar. Sedangkan enam jamaah haji lainnnya ditempatkan di satu kamar dengan ruangan yang lebih kecil.

Berita Populer
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved