Masalah Katering Haji Juga Dievaluasi

Terkait persoalan ini ke depan penyewaan hotel tak akan menggunakan majmuah. Namun menyewa pemondokan dengan pola seperti di Makkah

Masalah Katering Haji Juga Dievaluasi
net
Jemaah calon haji antre makan

SERAMBIUMMAH.COM,JEDDAH - Terkait persoalan ini ke depan penyewaan hotel tak akan menggunakan majmuah. Namun menyewa pemondokan dengan pola seperti di Makkah. Menag Lukman Hakim Saifuddin menyoroti adanya perusahaan katering yang memberikan makanan basi.

"Misalnya ada katering wanprestasi itu juga bagian evaluasi kita. Kemudian juga kesehatan, jamaah yang meninggal 138 ini memang lebih banyak dari yang lalu. Tahun ini lansia memang lebih banyak. Karena lansia lebih banyak, maka jumlah pasien berisiko tinggi juga lebih banyak. Karena memang kebijakannya sisa kuota yang digunakan untuk lansia," latanya.

Namun ke depan Menag ingin definisi istith'oah (kemampuan) dipertegas. Agar jamaah yang naik haji tak hanya mampu secara finansial.

"Persyaratan kemampuan itu terkait kesehatan. Kemudian ada persyaratan tolok ukur yang sama sehingga ada kejelasan yang bisa berhaji itu yang kondisi kesehatannya seperti apa. Selama ini memang tidak ada pegangan yang tegas. Ini juga cukup dilematis di satu sisi jamaah animonya besar sekali. Jadi ini bagian yang ke depan perlu dibenahi," kata Lukman.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved